3 Program Utama DKI Jakarta Atasi Kemacetan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah mobil pribadi berusaha menerobos jalur Busway untuk menghindari kemacetan yang cukup parah di jalan protokol MH Thamrin, Jakarta Pusat, (19/8). Kemacetan terjadi akibat adanya aksi unjuk rasa di Bunderan HI. TEMPO/Imam Sukamto

    Sejumlah mobil pribadi berusaha menerobos jalur Busway untuk menghindari kemacetan yang cukup parah di jalan protokol MH Thamrin, Jakarta Pusat, (19/8). Kemacetan terjadi akibat adanya aksi unjuk rasa di Bunderan HI. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO , Jakarta - Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Daerah DKI Jakarta untuk mengatasi kemacetan di jalan. Upaya ini dilakukan baik kepada kendaraan umum maupun kendaraan pribadi mobil maupun sepeda motor. Berikut ini beberapa program Pemerintah Daerah DKI Jakarta yang sudah dan akan dilakukan.


    Sudah Berjalan
    - Transjakarta
    Beroperasi sejak 15 januari 2004. Hingga tahun 2014 jumlah koridor yang dilayani bus Transjakarta telah sebanyak 12 Koridor. Transjakata dikelola oleh Badan Layanan Umum (BLU) yang diawasi oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

    - Jalan Layang Non Tol Casablanca-Tanah Abang
    Jalan layang non tol ini diresmikan oleh Gubernur Joko Widodo dan aktif digunakan sejak 30 Desember 2013. Proyek ini bernilai Rp 737 miliar. Dibangun untuk tahan gempa dikisaran 8-9 skala richter. Jalan layang non tol ini berada 12 meter diatas tanah dengan panjang lajur 2.700 meter. Dibangun oleh PT Istaka Karya, PT Adhi Karya, dan PT Wijaya Karya.


    - 3in1
    Program pembatasan jumlah penumpang dalam sebuah kendaraan. Setiap kendaraan wajib berisi minimal 3 orang untuk dapat melalui kawasan ini. Berlaku di jalan protokol ibukota seperti Jalan Jenderal Sudirman, Jalan M.H. Thamrin, dan Jalan Gatot Subroto. Program ini berlaku pada pukul 07.00- 10.00 dan 16.30- 19.00 pada hari Senin hingga Jumat.


    - Pelarangan Sepeda Motor
    Program pembatasan bagi kendaraan roda dua atau sepeda motor di Jalan M.H Thamrin dan Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Berlaku sejak Januari 2015.


    Akan Berlaku
    - Pembangunan 6 Ruas Jalan Tol Dalam Kota
    Proyek pembangunan 6 ruas tol baru dengan panjang jalan 69,77 kilometer. Direncanakan dibangun terhitung sejak 2013 hingga 2022. Pembagian terdiri dari Ruas Semanan-Sunter-Pulo Gebang, ruas Duri Pulo-Kampung Melayu-Kemayoran, ruas Ulujami-Tanah Abang, dan ruas Pasar Minggu-Casablanca. Nilai investasi pembangunan diperkirakan sebesar Rp 40 triliun.


    - Pembangunan Mass Rapid Transit
    Pembangunan transportasi massal berbasis rel yang mampu mengangkut 412 ribu penumpang per hari. Nilai investasi pembangunan sebesar Rp 17 triliun. Pendanaan berasal dari APBN, APBD dan sebanyak Rp 14 triliun berasal dari pinjaman JICA. Dibangun mulai dari Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia dengan panjang rute 15,5 kilometer. Direncanakan dibangun tahap ke dua dengan rute Bundaran HI-Kampung Bandan. Target selesai pada awal 2020.

    - Pembangunan Light Rail Transit
    Pembangunan transportasi massal berbasis rel namun berdaya angkut lebih kecil dari MRT. Anggaran pembangunan diperkiranan sebesar Rp 200 miliar. Direncanakan dibangun dengan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2015 namun ditolak DPRD. Ahok berencana menggandeng pihak pengembang swasta untuk membangun transportasi ini.

    - Jalan Layang Ciledug-Tendean
    Jalan layang diperuntukkan untuk bus Transjakarta koridor 13 dengan rute Ciledug-Blok M. Pembangunan akan dilakukan tahun 2015 hingga 2016. Anggaran dipersiapkan sebesar Rp 2,5 triliun. Jalan layang ini akan dibangun dengan panjang jalan 9,4 kilometer, dengan tinggi 12 meter diatas tanah dan memiliki lebar 20 meter.

    - Electronic Road Pricing
    Rencana sistem jalan berbayar, sebagai upaya pembatasan kendaraan dan mengurangi kemacetan. Direncanakan diterapkan di Jalan Jenderal Sudirman. Program ini direncanakan diuji coba pada Juli 2014.

    Program yang mangkrak
    - Monorel
    Sebuah transportasi massal berbasis rel tunggal. Dibangun mulai tahun 2004 dan berhenti tahun 2008, dengan alasan pendanaan. Sempat dilanjutkan di era Joko Widodo sebagai Gubernur DKI Jakarta, namun hingga awal 2015 pembangunan tidak berjalan.
    Program ini bernilai investasi sebesar Rp 12 triliun


    MAYANAWANGWULAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.