Mengapa 4 Presiden Ini Berkantor di Istana Bogor?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Istana Bogor, Jawa Barat. TEMPO/Subekti

    Istana Bogor, Jawa Barat. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo memutuskan berkantor di Istana Bogor mulai Senin, 16 Februari 2015. Di sana, Jokowi menerima tamu negara dan melakukan rapat dengan para menterinya. Sebelum Jokowi, sejumlah Presiden Indonesia juga tercatat pernah berkantor di Istana Bogor. 

    Para presiden itu berkantor di Bogor dengan alasan masing-masing. Berikut ini rekam jejak para presiden itu ketika berkantor di Istana Bogor:

    SUKARNO

    Presiden Sukarno cukup sering mengunjungi Istana Bogor. Hampir setiap pekan Sukarno menginap di Istana Bogor. Beberapa istrinya pun tinggal di sana.

    Sukarno meninggalkan Istana Bogor pada Maret 1967. Waktu itu dia menyerahkan kekuasaan kepada Soeharto sesuai dengan ketetapan MPRS. Sukarno beserta keluarganya diminta meninggalkan Istana Bogor dalam tempo 2 x 24 jam. Sukarno akhirnya pindah ke Hing Puri Bima Sakti atau Istana Batutulis di Bogor.

    SOEHARTO

    - Lokasi pernikahan Sigit Soeharto dengan Else Jufri pada 1975.
    - Lokasi pertemuan BP-7.
    - Lokasi pertemuan dana gotong royong.
    - Lokasi pertemuan Jakarta International Meeting yang membahas konflik Kamboja.
    - Lokasi pameran kenegaraan yang digelar Tien Soeharto, seperti pameran batik.
    - Lokasi pertemuan pemimpin APEC pada 1994.

    GUS DUR

    - Tempat pertemuan anggota koalisi Megawati Soekarnoputri.
    - Tempat perjamuan makan beberapa tamu negara.
    - Tempat pertemuan sosial presiden, misalnya dengan lembaga sosial.
    - Tempat rapat terbatas dengan wakil presiden.

    SBY

    - Tempat menerima kunjungan 6 jam Presiden Amerika Serikat George W. Bush.
    - Tempat pernikahan Agus Harimurti pada November 2006.
    - Tempat rapat kabinet.

    EVAN (PDAT)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.