Sopir Taksi Express Tewas dengan Luka di Leher

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 123rf.com

    123rf.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Martinus Sitompul, mengatakan pengemudi taksi Express, Tony Zahar, 53 tahun, ditemukan tewas di dalam taksi putih yang dikemudikannya di Jalan Raya Rawa Bambu RT 13 RW 05, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu, 18 Februari 2015. Tony ditemukan dalam posisi duduk terlungkup di jok kemudi.

    Martinus mengatakan korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 05.30 oleh seorang tukang ojek, Janu Sugiantoro, 50 tahun. Tim dari Polsek Pasar Minggu dan tim identifikasi Polres Jakarta Selatan yang tiba di lokasi kejadian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. "Hasil olah TKP ditemukan korban meninggal dengan luka menganga di leher dan jari kelingking dengan posisi duduk terlungkup di kursi kemudi," ujarnya.

    Petugas Polsek Pasar Minggu dan Polres Jakarta Selatan kemudian membawa korban ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk dilakukan otopsi. Sementara, kasusnya tengah diselidiki oleh penyidik Polsek Pasar Minggu dengan meminta keterangan saksi.

    Lalu lintas di sekitar tempat penemuan jenazah korban ini sempat terjadi kemacetan di jalur menuju Pancoran. Sebab, banyak warga dan pengguna jalan mengerumun untuk melihat taksi dan korban di dalamnya. Namun, saat ini kondisi lalu lintas ke arah Pancoran sudah cenderung lancar.

    Sekretaris Perusahaan PT Express Grup, Merry Anggraini membenarkan Tony adalah pengemudi taksi Express dengan nomor pintu DC7177. "Benar, pengemudi kami yang terkena musibah. Taksi yang dikemudikannya bernomor polisi B-1595-BTB," kata Merry kepada Tempo, Rabu 18 Februari 2015. Merry belum mengetahui penyebab tewasnya salah satu pengemudinya itu. "Kami masih cek kronologisnya, karena sudah ditemukan dalam posisi meninggal di dalam taksi," ujarnya.

    AFRILIA SURYANIS



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.