Ahok : Bangun Waduk Jadi Solusi Utama Banjir Jakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alat berat sedang melakukan pengerukan lumpur, tampak alat berat tersebut berada diatas ponton. Waduk melati, Jakarta, 16 Februari 2015. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    Alat berat sedang melakukan pengerukan lumpur, tampak alat berat tersebut berada diatas ponton. Waduk melati, Jakarta, 16 Februari 2015. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyebut kunci utama menyelesaikan persoalan banjir di Ibu Kota adalah dengan membangun waduk. "Kita butuh waduk untuk menampung air," kata dia di Balai Kota, Rabu, 18 Februari 2015.

    Menurut dia, ada dua waduk yang harus dibangun yakni, Waduk Tunjungan di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, serta Waduk Marunda. Kedua waduk itu digunakan untuk menampung air dari aliran barat serta aliran timur.

    Adapun air dari aliran tengah, ujar dia, sudah ada Waduk Pluit. Jika sudah ada dua waduk itu, ia menjamin banjir di Jakarta tidak akan lebih dari sehari. "Kecuali kalau listrik dimatikan seperti kemarin," ujar dia.

    Jika listrik dimatikan, Ahok melanjutkan, maka pompa di waduk tidak bisa berjalan. Walhasil, banjir pun akan melanda Ibu Kota. Sebab, selain hujan, air laut pun masuk ke darat akibat siklus alam: rob. Salah satu kawasan yang kerap terkena rob adalah Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat.

    Jika Waduk Tunjungan sudah ada, ia optimistis banjir di daerah Kapuk Muara bisa tertangani. Sedangkan Waduk Marunda digunakan untuk menanggulangi banjir di kawasan Kelapa Gading.

    Untuk itu, Ahok berencana mengajak Presiden Joko Widodo dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono untuk meninjau lokasi Waduk Tunjungan. "Ini ada lahan 90 hekatare buat waduk di Tunjungan," kata dia.

    Selain ke Tunjungan, rencananya Ahok akan meninjau lokasi Sodetan Ciliwung di Jakarta Timur. Proyek pemerintah pusat ini dibangun untuk mengalirkan air dari Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur.

    ERWAN HERMAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.