Jokowi Minta Sodetan Ciliwung Selesai Tahun Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo melihat langsung proyek pengeboran terowongan sodetan Kali Ciliwung-Kanal Banjir Timur (KBT) di Kebon Nanas, Jakarta, 18 Februari 2015. Jokowi meminta pengerjaan sodetan kali Ciliwung ke Banjir Kanal Timur (BKT) dapat dipercepat agar banjir Jakarta cepat teratasi. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    Presiden Joko Widodo melihat langsung proyek pengeboran terowongan sodetan Kali Ciliwung-Kanal Banjir Timur (KBT) di Kebon Nanas, Jakarta, 18 Februari 2015. Jokowi meminta pengerjaan sodetan kali Ciliwung ke Banjir Kanal Timur (BKT) dapat dipercepat agar banjir Jakarta cepat teratasi. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo ingin proyek infrastruktur banjir, Sodetan Ciliwung, dapat dioperasikan sebelum musim hujan pada tahun depan. Dia mengatakan saat pengerjaan terowongan terus dikebut oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

    "Memang dalam perencanan selesai Desember 2015, tetapi tadi saya sudah sampaikan Pak dirjen dan Pak Menteri PU saya minta oktober harus rampung," katanya saat ditemui di lokasi sodetan, Kebon Nanas, Jakarta Timur, Rabu, 18 Februari 2015. "Karena sebelum hujan datang ini harus selesai dan saat hujan berikut ini sudah bisa dioperasikan."

    Selain sodetan, Jokowi juga meminta pembebasan lahan waduk Cimahi dipercepat. Pembebasan lahan ini menjadi kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Gubernur DKI Jakarta. "Sehingga sesudah ini akan kurang banyak air yang masuk Jakarta," katanya. "Harus percepat karena kita kejar-kejaran dengan hujan dan waktu."

    Jokowi sempat memasuki sodetan Ciliwung dengan menggunakan lift. Lubang sodetan ini berdiameter 3,5 meter dengan kedalaman 14 meter. Gubernur DKI Jakarta, kataa dia, menyampaikan bahwa drainase di Jakarta harusnya mengikuti pola pembangunan seperti sodetan Ciliwung dengan pengeboran tunel selebar 3,5 meter.

    Menurut dia, kapastias drainase di Jakarta sekarang ini sudah tidak dapat menampung semua air hujan. "Semuanya harus diperbarui dengan kapasitas lebih besar yang berlipat, kalau ndak ya air akan naik semuanya," katanya.

    Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan sodetan Ciliwung dapat beroperasi pada Januari tahun depan. Menurut dia, proyek infrastruktur banjir ini digarap 24 jam dengan shift kerja dua kali sehari. Untuk proses pengeboran dia menargetkan selesai antara bulan Oktober dan November tahun ini. "(Untuk operasi) Januari tahun depan masih terkejar," katnya.

    Dia mengatakan sodetan tersebut akan dipasang 988 pipa di terowongan yang memiliki panjang 1,2 kilometer. Masing-masing pipa berdiameter 4 meter dengan panjang 2,5 meter. Hingga kini, baru lima pipa yang terpasang di dalam terowongan sodetan. "Saat ini sudah mencapai 16 meter yang di dalam terowongan," katanya.

    ALI HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.