Proyek Jalan Utara Jakarta-Bekasi-Karawang Terhenti

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara motor berhati-hati saat melintasi jalanan berlubang  di Jalan Raya Bekasi, Jakarta Timur, 6 Februari 2015. Tingginya intensitas curah hujan salah satu penyebab rusaknya jalan dibeberapa wilayah Ibukota. TEMPO/Dasril Roszandi

    Pengendara motor berhati-hati saat melintasi jalanan berlubang di Jalan Raya Bekasi, Jakarta Timur, 6 Februari 2015. Tingginya intensitas curah hujan salah satu penyebab rusaknya jalan dibeberapa wilayah Ibukota. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Bekasi - Proyek pembangunan jalan lintas utara Jakarta-Bekasi-Karawang terhenti. Penyebabnya, Pemerintah Kabupaten Bekasi tidak mengalokasikan anggaran untuk pembebasan lahan.

    “Kebutuhan masih 13,5 kilometer lagi,” kata Kepala Bidang Perencanaan Fisik Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bekasi, E.Y Taufik kepada Tempo, kamis, 19 Februari 2015.

    Ia menyebutkan, total panjang jalan lintas utara 19 kilometer dengan anggaran Rp 1,4 triliun. Melintasi Cilincing di Jakarta Utara, Tarumajaya, Babelan, Sukawangi, Cabangbungin, Muara Gembong, dan Karawang. “Lebarnya sekitar 34 meter,” kata Taufik.

    Sebenarnya, kata dia, proyek tersebut sudah dimulai sejak 2006, namun hingga 2013 baru 5,5 kilometer yang telah dibebaskan. Titiknya berada di Desa Setialaksana di Kecamatan Cabangbungin, Desa Sukatenang di Kecamatan Sukawangi, Pantai Hurip dan Buni Bakti di Kecamatan Babelan, Desa Samudra Jaya dan Segara Jaya di Kecamatan Tarumajaya. Karena tidak dianggarkan pada tahun ini, pihaknya akan mengusulkan kembali pada 2016. “Akan diusulkan lagi,” ujar dia.

    Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bekasi, Eka Supriatmaja, mengatakan, jalan lintas utara itu akan menjadi salah satu jalan alternatif menuju Subang, Indramayu, Cirebon, hingga Jawa Tengah dan Jawa Timur. Selain itu, menunjang jalan tol lingkar luar atau Jakarta outer ring road (JORR) II pada ruas Cibitung-Cilincing, Jakarta Utara.

    "Kami siap menganggarkan, asalkan usulannya jelas,” kata Eka. Untuk mewujudkan jalan tersebut, dia meminta kepada para investor di kawsan industri agar berkontribusi memberikan bantuan dananya. Sebab, jalan tersebut bakal dijadikan akses kendaraan industri menuju Pelabuhan di Jakarta Utara.

    “Kontribusi bisa berupa ikut membantu proses pembebasan lahan,” kata Eka. Bila proyek ini selesai dalam waktu singkat, dia oprimistis mampu mendongkrak roda perekonomian masyarakat di Bekasi bagian utara. “Dapat mengurangi kemacetan di jalan utama dan tol Jakarta-Cikampek,” ujar Eka.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.