Alasan Keluarga Korban Obat Bius Bermasalah Tak Menggugat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rumah Sakit Siloam Karawaci. Dok. TEMPO/Jacky Rahmansyah

    Rumah Sakit Siloam Karawaci. Dok. TEMPO/Jacky Rahmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Keluarga Rielda Amanda, 33 tahun pasien Rumah Sakit Siloam Karawaci Tangerang yang meninggal setelah mendapat suntikan obat Buvanest Spinal yang diproduksi Kalbe Farma Tbk, tidak akan memperkarakan pihak-pihak yang menyebabkan kematian anak mereka.

    "Kami sudah ikhlaskan semua,"ujar Edward Amir, ayah Rielda kepada Tempo, Kamis, 19 Februari 2015.

    Edward mengatakan keluarga besarnya telah merelakan semua apa yang telah menimpa putri bungsunya itu. Mereka menganggap jika, kematian Rielda, adalah kehendak Tuhan semata. "Sejak musibah ini terjadi kami sekeluarga tidak marah, tidak emosi, tidak sakit hati," katanya.

    Wismar, ibu Rielda, menambahkan mereka enggan berurusan dengan perkara yang pastinya akan banyak menyita waktu, energi, bahkan biaya jika mereka memilih memperkarakan pihak-pihak yang bertanggungjawab atas kasus yang mengorbankan putri kesayangan mereka. "Terlebih, saya tidak mau sampai makam anak saya dibongkar lagi untuk diotopsi," katanya.

    Ary Avianto, suami Rielda, juga menyampaikan hal yang sama. "Kesedihan saya ketika dia kejang-kejang, selama dua hari, saat itulah saya merasa sedih, takut, marah dan bercampur semua, tapi setelah Ida (sapaan Rielda) dinyatakan meninggal, saya merasa beban penderitaanya berakhir, mungkin ini yang terbaik buat istri saya," kata Ary.

    Ary berharap, Rumah Sakit Siloam memegang janji dan komitmennya yang akan bertanggungjawab dengan menjamin masa depan anaknya

    JONIANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.