Kronologis Pembunuhan SPG di Hotel Golden Sky

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pembunuhan

    Ilustrasi Pembunuhan

    TEMPO.CO, Jakarta -Seorang wanita ditemukan tewas di sebuah kamar nomor 206 di Hotel Golden Sky jalan Taman Pluit Kencana, Penjaringan, Jakarta Utara. Korban diketahui berusia 19 tahun dan berprofesi sebagai sales promotion girl . Korban bernama Amanda Fransiska Santoso warga Indonesia berketurunan Tionghoa, beragama Budha dan tinggal di Pluit Permai, Penjaringan, Jakarta Utara.

    Kapolsek Penjaringan AKBP Kus Subiantoro mengatakan korban dibunuh oleh pacarnya yang keesokannya ditemukan tewas bunuh diri di apartemen milik temannya di kawasan Tebet. "Motifnya diduga karena cemburu. Tersangka merasa korban sudah tidak terbuka lagi pada dirinya," kata Kus saat ditemui di Kantor Polsek Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis, 19 Februari 2015.

    Dugaan motif pembunuhan Amanda diperoleh dari pernyataan pembantu tersangka dan beberapa sahabatnya. "Tersangka beberapa kali cerita soal korban yang menurutnya sudah tertutup dan tidak mau lagi cerita. Dari teman-temannya diketahui jika tersangka dan korban sudah berpacaran selama satu tahun," ujar Kus.

    Terkait hubungan keduanya kepolisian mendapatkan keterangan berbeda dari keluarga korban. Orang tua korban rupanya tidak mengetahui jika selama ini putrinya berpacaran dengan Tony Rusli--nama tersangka. "Orang tuanya korban hanya tahu selama ini mereka berteman tapi tidak berpacaran," kata Kus.

    Sebelumnya tersangka diketahui sempat memesan sebuah kamar di Hotel Golden Sky, Pluit pada Selasa siang sekitar pukul 10.59 WIB. Berdasarkan rekaman CCTV pria keturunan Tionghoa tersebut datang ke hotel seorang diri. Saat itu ia datang memakai kaos lengan panjang warna putih, celana pendek selutut hitam, memakai kacamata, dan membawa tas selempang.

    Pada pukul 11.33 WIB kepada resepsionis Tony memesan sebuah kamar khusus yang di dalamnya terdapat kamar lagi. Sebelum memesan kamar, bersama seorang petugas hotel Tony sempat mengecek kondisi kamar. Setelah memesan kamar nomor 206 Tony sempat meninggalkan hotel.

    Sekitar pukul 16.00 WIB Tony kembali ke hotel bersama Amanda yang saat itu terekam memakai kemeja warna putih dan membawa sebuah tas hitam. Rabu pagi, sekitar pukul 06.30 WIB resepsionis hotel bernama Riko menerima panggilan dari kamar nomor 206 yang meminta perpanjangan penggunaan kamar.

    Beberapa jam kemudian, pada pukul 08.28 WIB Tony keluar dari dari kamar seorang diri menggunakan kemeja panjang warna biru, celana pendek berwarna cokelat, dan sandal hotel. Ia meninggalkan hotel dengan mengendarai mobil Mercedes putih berplat nomor B 912 EBY. Mobil tersebut diketahui bukan milik Tony.

    Pada pukul 13.00 WIB, petugas hotel, Mamat mendatangi kamar 206 untuk melakukan pembersihan kamar. Namun Mamat tidak mendapatkan respon dari dalam kamar. Akhirnya Mamat meminta bantuan supervisor hotel untuk membuka kamar tersebut. Saat itulah mayat Amanda ditemukan telentang di samping tempat tidur dalam kondisi sebagian tubuh ditutupi handuk hotel berwarna putih. Amanda ditemukan menggunakan kaos berwarna pink dengan sobekan bekas tusukan pisau dan gunting. Darah bekas tikaman diduga sempat dibersihkan tersangka dengan handuk yang menutupi tubuhnya.

    Polisi menemukan sekitar 60 tusukan dan tikaman gunting serta pisau dapyr yang ditemukan tak jauh dari mayat terbaring. Dari beberapa barang bukti yang tertinggal dan identitas tersangka di hotel, polisi segera mengejar tersangka ke apartemen Lavenda di lantai 23 nomor 2305 di Tebet, Jakarta Selatan. Apartemen diketahui milik teman Tony yang juga pemilik mobil Mercedes putih yang ia kendarai.

    Saat pintu apartemen diketok pihak keamanan, berdasarkan kesaksian Siti Romlah, pembantu di dalam apartemen tersebut Tony terlihat gusar. Ia sempat mondar-mandir tak karuan. Sempat terdengar Tony meminta pembantunya untuk tak membuka pintu. Saat pintu didobrak, bersamaan itu Tony loncat dari balkon apartemen. Toby langsung tewas dalam kondisi menggenaskan.

    AISHA SHAIDRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.