Pembunuh Sopir Express Duduk di Bangku Penumpang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi: TEMPO/Mahfoed Gembong

    Ilustrasi: TEMPO/Mahfoed Gembong

    TEMPO.COJakarta - Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Pasar Minggu Ajun Komisaris Murgiyanto mengatakan Tony Zahar, 53 tahun, sopir taksi Express yang dibunuh, sempat melakukan perlawanan. Indikasi itu terlihat dari luka pada jari tangan kiri Tony.

    "Pelaku duduk di kursi penumpang belakang," kata Murgiyanto ketika dihubungi Tempo, Kamis, 19 Februari 2015.

    Murgiyanto melanjutkan, setelah  membunuh korban menggunakan pisau, pelaku membuang pisau itu di sebelah kanan taksi. "Kami sedang cek darah di taksi dan di pisau," ujarnya.

    Sebelumnya, Tony ditemukan tewas dengan luka sayatan pada leher di Jalan Raya Rawa Bambu, di depan pul bus Sinar Jaya, RT 13 RW 05, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu, 18 Februari 2015. Jasad berada pada posisi duduk tertelungkup di balik kemudi taksi Express B-1595-ETB dengan nomor badan DC7177. Di taksi itu ditemukan barang milik korban berupa tas yang berisi dompet berwarna cokelat, kartu tanda penduduk, kartu Siaga Bukopin, buku tabungan Mandiri atas nama Siti Murniati, satu telepon seluler merek Cross, dan dua telepon seluler Nokia.

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Metro Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Indra Fadilah Siregar mengatakan masih mendalami rute taksi yang dibawa korban. "Dari mana taksi itu lewat dan penumpangnya naik dari mana," kata Indra ketika dihubungi Tempo.

    Muhammad Ridwan, 20 tahun, masih tak percaya ayahnya, Tony Zahar, 53 tahun, tewas dibunuh. Ridwan menjelaskan, sebelum meninggal, ayahnya sering terlihat ketakutan.

    "Ibu tiri saya bilang ayah sering diteror, dan ketakutan," kata Ridwan di Tempat Pemakaman Umum Menteng Pulo, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis, 19 Februari 2015.

    HUSSEIN ABRI YUSUF

    Baca:
    Sopir Taksi Express Dibunuh karena Motif Asmara?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.