Harga Sewa Kios Pasar Santa Mendadak Melonjak Naik, Mengapa?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga berbincang dengan sejumlah pedagang ketika melakukan kunjungan ke Pasar Santa, Jakarta, 1 November 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga berbincang dengan sejumlah pedagang ketika melakukan kunjungan ke Pasar Santa, Jakarta, 1 November 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga sewa kios di Pasar Santa mendadak melonjak karena pasar ini mulai diminati pengunjung. Namun Perusahaan Daerah Pasar Jaya selaku pengelola pasar itu menyatakan tak bisa ikut campur dalam persoalan tersebut.

    Sebab, kata Kepala Pasar Santa Bambang Sugiarto, PD Pasar Jaya sudah tak memiliki kios yang disewakan di sana. "Semua kios di sana sudah disewakan," katanya, Jumat, 20 Februari 2015.

    Karena itu, dia melanjutkan, jika harga sewa kios naik, ada kemungkinan penyebabnya adalah pemilik hak pakai kios itu sejak 2007 menyewakannya lagi kepada pedagang baru dengan harga tinggi. "Semua kios di sana sudah berstatus hak pakai. Manajemen tak punya kios lagi untuk disewakan," ujarnya.

    Di Pasar Santa, kata Bambang, total terdapat 1.150 kios. Dari jumlah itu, 291 di antaranya disewakan oleh pengembang, PT Interwahana Nuansa. Sisanya milik perseorangan yang hak pakainya berlaku hingga 2027.

    Salah satu pedagang di lantai dasar pasar tersebut, Akbar, 30 tahun, mengatakan harga kios yang disewanya akan naik bulan depan. "Katanya mau naik sampai Rp 10 juta," katanya.

    Dia menyatakan keberatan atas kenaikan harga sewa tersebut karena area kiosnya masih sepi. "Yang ramai itu di atas, di tempat foodcourt," katanya. Karena itu, dia berharap PD Pasar Jaya bisa membantu para pedagang di Pasar Santa agar harga sewa kios tak naik.

    NINIS CHAIRUNNISA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.