Lion Air: Kami Siapkan Full Refund dan Pesawat Cadangan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Keamanan Penerbangan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Yurlis Hasibuan. Menenangkan penumpang Lion Air yang mengamuk di terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, 20 Februari 2015. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Direktur Keamanan Penerbangan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Yurlis Hasibuan. Menenangkan penumpang Lion Air yang mengamuk di terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, 20 Februari 2015. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.COJakarta - Lion Air akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi soal pertanggungjawaban atas sejumlah penerbangan yang mengalami penundaan di Bandara Soekarno-Hatta.

    "Kami akan siapkan full refund dan pesawat cadangan untuk mengganti kerugian penumpang," kata Sekretaris Perusahaan Lion Air Kapten Dwiyanto Akbar Hidayat dalam rilis yang diterima Tempo, Jumat, 20 Februari 2015.

    Menurut Dwiyanto, Lion Air juga minta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami penumpang. Dia memastikan perusahaannya akan mematuhi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara. Dwiyanto menambahkan, Lion Air sedang memproses pencairan dana ganti rugi. 

    Sebelumnya, Direktur Utama PT Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi mengatakan AP II sudah menyiapkan Rp 3 miliar untuk kompensasi penumpang Lion Air yang kena delay sejak Rabu, 18 Februari 2015.

    Selain itu, Lion Air menyiapkan pengiriman enam pesawat cadangan ke Bandara Soekarno-Hatta untuk mengangkut penumpang yang telantar. Namun, kata dia, masih ada masalah dokumentasi penerbangan yang harus diurus sehingga pesawat cadangan belum dapat tiba. "Pihak manajemen tak berdiam diri. Kami berusaha agar penumpang dapat terbang," kata Dwiyanto.

    Dia juga menjelaskan alasan keterlambatan Lion Air. Menurut Dwiyanto, tiga pesawat Lion Air (satu pesawat di Semarang, sisanya di Jakarta) rusak terkena obyek asing. Tiga pesawat rusak tersebut menyebabkan rangkaian keterlambatan jadwal penerbangan. Terlebih lagi, dua hari lalu bertepatan dengan perayaan dan liburan Tahun Baru Imlek. "Kami akan terus memfasilitasi keinginan penumpang hingga semua kebutuhan mereka terpenuhi," ujarnya.

    YOLANDA RYAN ARMINDYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.