Rute Sopir Express Sebelum Dibunuh di Pasar Minggu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pembunuhan

    Ilustrasi Pembunuhan

    TEMPO.COJakarta - Juru bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Martinus Sitompul, mengatakan telah memeriksa data dari alat global positioning system (GPS) pada taksi Express bernomor polisi B-1595-BTB dengan nomor pintu DC7177. Mobil putih itu merupakan kendaraan yang dikendarai oleh Tony Zahar, 53 tahun, korban tewas di dalam taksi.

    Martinus menjelaskan data itu didapat dari alat pembaca yang berada di pul taksi. "Korban keluar sekitar pukul 23.55, 17 Februari 2015, dan menuju Citayam, Depok," ujar Martinus, Jumat, 20 Februari 2015.

    Setelah itu, kata Martinus, taksi yang dibawa Tony melaju ke Bogor dan berhenti di Stasiun Bojong Gede sekitar pukul 00.38 pada 18 Februari 2015. Lalu, taksi kembali bergerak menuju Jakarta.

    Sekitar pukul 01.00, taksi itu berhenti di Jalan Rawa Bambu, di depan pul bus Sinar Jaya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. "Setelah itu, posisi mobil dari GPS tidak bergerak dan ada yang menemukan Tony tewas sekitar pukul 05.30 dengan luka tusukan," kata Martinus.

    Tony tewas dalam posisi duduk tertelungkup di balik kemudi mobil dengan luka sayatan pada lehernya. Di taksi itu ditemukan barang milik korban berupa tas yang berisi dompet berwarna cokelat, kartu tanda penduduk, kartu Siaga Bukopin, buku tabungan Mandiri atas nama Siti Murniati, satu telepon seluler merek Cross, dan dua telepon seluler Nokia. Jenazah Tony dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Menteng Pulo, Tebet, Jakarta Selatan, pada 20 Februari 2015. 

    HUSSEIN ABRI YUSUF


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.