Mayat Wanita Mengambang Gegerkan Kebun Raya Bogor  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Mayat

    Ilustrasi Mayat

    TEMPO.CO, Bogor - Pengunjung Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, dibuat geger dengan temuan mayat perempuan yang mengambang di Sungai Ciliwung dekat area Jembatan Gantung dalam kebun raya, Ahad, 22 Februari 2015.

    Komandan Pleton Pengamanan Kebun Raya Bogor Aiptu Agus Setya Budi mengatakan, kejadian penemuan mayat yang mengapung di dekat area kebun raya terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. "Kita dapat laporan dari salah seorang pengunjung yang melihat ada mayat mengapung di Sungai Ciliwung dekat Jembatan Gantung dalam Kebun Raya," kata Agus.

    Petugas keamanan kebun raya langsung melaporkan peristiwa tersebut kepada Kepolisian Sektor Bogor Tengah. Bersama petugas Tagana, mereka  mengevakuasi jenazah wanita tersebut.

    Menurut Agus, diduga mayat jatuh ke sungai tidak terlalu lama, karena tubuhnya masih segar belum bengkak. Setelah dievakuasi, polisi membawa jasad tersebut ke RS PMI menggunakan mobil patroli kebun raya.

    Kepala Kepolisian Sektor Bogor Tengah Kompol Victor Gatot mengatakan, kemungkinan mayat perempuan tersebut adalah gelandangan. Sebab, pakaian yang dikenakan tidak seperti orang normal biasanya. "Ia pakai baju tiga lapis, bagian luarnya warna merah, rok panjang warna cream, badan kurus, rambut panjang. Seperti tidak terurus," kata Victor.

    VIctor mengatakan, untuk memastikan kondisi mayat dikirim ke RS PMI untuk divisum luar. Selain itu petugas juga berkoordinasi dengan pihak Dinas Sosial untuk memastikan indentitas korban.

    Dia menambahkan, temuan mayat ini sempat membuat geger pengunjung yang saat itu sedang ramai dikunjungi. Proses evakuasi jenazah menjadi tontonan para pengunjung. "Pengunjung hari ini cukup banyak karena akhir pekan, tetapi tidak sampai membuat pengunjung khawatir," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.