Ini Sepak Terjang 'Raja Tega' Begal Motor  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ILUSTRASI FOTO: GUNAWAN WICAKSONO (TEMPO)

    ILUSTRASI FOTO: GUNAWAN WICAKSONO (TEMPO)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaku pencurian kendaraan bermotor di Jabodetabek kembali menggila. Pelaku tak segan menghabisi korbannya bila melakukan perlawanan. Polisi mengungkapkan, pelaku pembegalan ini didominasi oleh kawanan perampok yang disebut dengan Kelompok Lampung.

    Ciri khas kelompok ini ialah tak segan memuluskan aksi mereka dengan mengacungkan senjata tajam. Bahkan, kelompok ini dengan enteng melukai korban bila melawan dan berniat menggagalkan aksi mereka. 

    Kelompok ini tak terorganisasi dan biasanya berbentuk kecil dengan anggota empat-lima orang. Motif utama mereka ialah desakan ekonomi lantaran upaya mengadu nasib di Ibu Kota tak berhasil. Berikut ini sepak terjang Kelompok Lampung:

    1. Begal Sepeda Motor Kos
    Tiga begal sepeda motor diringkus di Jalan Kincir Koja, Jakarta Utara, pada Mei 2014. Mereka bernama Kenni alias Bagas, Gani alias Meku, dan Komeng. Spesialisasi Kelompok Lampung yang satu ini ialah menggondol sepeda motor di rumah kos. Aksi mereka antara lain dilakukan di Jakarta Utara sebanyak delapan kali, Jakarta Timur tujuh kali, dan Bekasi lima kali.

    2. Rekrut ABG Jadi Anggota Begal
    Kelompok Lampung di Depok terdiri atas tujuh orang. Lima di antaranya sudah ditangkap Kepolisian Daerah Metro Jaya. Menariknya, Kelompok Lampung ini tak segan mengajak siswa sekolah menengah kejuruan untuk masuk dalam jaringan. Mereka mengiming-imingi pendapatan yang besar kepada anak baru gede itu.

    Salah satu aksi sadis begal motor dari Kelompok Lampung ini menewaskan Bambang Syarif Hidayatullah, 23 tahun, di Jalan Juanda, Depok. Kejahatan itu terjadi pada 5 Januari 2015. Barang milik Kelompok Lampung yang disita kepolisian setelah mereka ditangkap antara lain 16 senjata rakitan, 46 butir peluru, 4 senjata tajam, 1 pisau komando, 3 ponsel, dan 1 televisi. Selain itu, 26 kendaraan bermotor ikut disita sebagai bukti hasil kejahatan mereka.

    3. Ancam Korban, Begal Tak Segan Lukai Korban
    Kelompok Lampung di Bekasi tergolong sadis dalam beraksi. Mereka beranggotakan 13 orang. Ciri kelompok ini adalah selalu membawa senjata api dan menembak ke udara jika kepergok. Bahkan, bila terdesak, mereka akan melepaskan tembakan mematikan kepada korban.

    Identitas anggota kelompok ini yang terungkap ialah AS, 34 tahun; DM, 29 tahun; CS, 33 tahun; dan IH, 21 tahun. Mereka diringkus di Karawang saat akan menjual Honda Beat yang dicuri di Cikarang Selatan. Kelompok ini juga pernah gagal mengambil motor Jupiter MX kendati sudah melepaskan tembakan ke dada kiri korban di Jalan Pulo Siri Barat Raya, Jakasetia, Bekasi.

    Polisi yang menyelidiki kasus ini menembak mati tiga anggota Kelompok Lampung, sedangkan sepuluh lainnya diringkus. Polisi menyita empat senjata api rakitan milik para tersangka asal Lampung ini.

    4. Tembak Mati Wartawan TVRI
    Djuli Ervano, wartawan TVRI, ditembak kelompok begal sepeda motor pada 17 Maret 2012. Djuli tewas setelah tertembak di dada kirinya. Ketika itu, Djuli memergoki dua orang yang berusaha mencuri sepeda motor di depan rumahnya di Vila Bintaro Indah Blok B3 Nomor 2A, Jombang, Tangerang Selatan. Ia sempat dilarikan ke Rumah Sakit EMC Bintaro, Tangerang Selatan, tapi nyawanya tidak tertolong.

    Polisi baru bisa meringkus penembak Djuli delapan bulan kemudian. AR alias RD, 26 tahun, eksekutor penembakan Djuli Ervano, mati didor polisi karena mencoba melarikan diri. Dalam operasi itu, polisi menangkap tersangka dengan inisial RN, HR, dan CN. Mereka disebut sebagai komplotan begal motor dari Kelompok Lampung.

    RAYMUNDUS RIKANG 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.