Ahok Resmikan Rusunawa Tambora, Pedagang Bakso 'Menghilang'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga membuat sebuah usaha warung di rumahnya yang padat dan sempit di rusun Tambora, Jakarta, (22/3). Rumah Susun ini rencananya akan diperbarui dengan menara 16 lantai dan bertipe 30. Tempo/Tony Hartawan

    Warga membuat sebuah usaha warung di rumahnya yang padat dan sempit di rusun Tambora, Jakarta, (22/3). Rumah Susun ini rencananya akan diperbarui dengan menara 16 lantai dan bertipe 30. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Persiapan khusus menyambut kedatangan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama untuk meresmikan rumah susun sewa Tambora membuat kawasan di sekitar rusunawa dibenahi. Peresmian akan berlangsung Selasa 24 Februari 2015. Tak ada gundukan sampah mulai dari jalan raya menuju Angke Raya hingga menuju rusunawa Tambora.

    Pedagang kaki lima yang biasa membuka kedai kopi, warteg, nasi uduk, bakso dan mie ayam tak terlihat satu pun di sepanjang jalan menuju rusunawa. Padahal biasanya, di pinggiran jalan dapat dengan mudah dijumpai warung kopi yang menjadi langganan pengojek, pengayuh becak atau sopir taksi. Bahkan, bukan rahasia umum jika warung-warung nasi di trotoar pinggiran aliran Kali Angke ini menjadi pilihan utama untuk mengisi perut yang keroncongan karena harganya yang relatif terjangkau.

    Memasuki gerbang utama kompleks rusunawa, ada pemandangan janggal. Di pojokan sebelah kanan gerbang teronggok gerobak berwarna coklat. Persis di depan gerbang nampak ada bangunan permanen yang habis dihancurkan. Sisa-sisa tembok bata masih terlihat jelas dan menjadi pemandangan aneh sebab di tempat lain di sekitar kawasan tak ditemui pemandangan serupa.

    "Itu tadinya buat jualan bakso, neng. Kasihan dihancurkan cuma karena Ahok mau datang," kata seorang ibu yang mati-matian tak mau namanya disebutkan. Ia yang juga membuka warteg di salah satu kios di kawasan rusunawa mengaku dapat merasakan kesedihan sebagai sesama pedagang. "Dia bangun itu habisnya jutaan cuma dihancurkan gitu aja, enggak perasaan," kata dia.

    Tak hanya bersih dari PKL, di dalam kawasan rusun lama yang biasanya berlumpur dan banyak samnpah kini nampak beda. Tak ada genangan dalam dan tak ada sampah, secuilpun. Biasanya, jika mendongak ke atas maka pemandangan pakaian-pakaian yang dijemur berjejeran  tak dapat dielakkan.

    Memasuki rusun yang akan diresmikan, ada panggung yang didominasi warna ungu berada di tengah-tengah halaman rusun. Di bawah tower A, disusun kursi-kursi plastik berwarna hijau dan kursi-kursi yang diberi semacam sarung pemanis berwarna ungu. Serasi dengan tatanan panggung yang bernuansa ungu.

    Berjalan keliling rusun, beberapa perempuan paruh baya mengepel lantai yang penuh debu coklat. "Ini dari kami khusus untuk membersihkan lantai, pokoknya besok sudah bersih, rapi dan cantik," kata Muhammad Nasir yang menjabat sebagai Administrator Project dari PT Totalindo, pengembang rusun, Senin 23 Februari 2015.

    Lift yang sebelumnya diberitakan belum berfungsi karena belum ada pasokan listrik sudah beroperasional dengan baik. Hanya saja ada triplek kaku di lantai lift yang menurut Nasir sengaja dipasang karena masih ada beberapa perawatan. "Malam ini pasti sudah dicopot, ini untuk menghindari kerusakan pada lantai karena masih ada perawatan," ujar dia.

    DINI PRAMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.