Begini Kisah 'Kampung Begal' di Bandar Lampung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi tunjukkan benang yang melintang sebatas leher di jalan Juanda, saat razia begal beberapa waktu lalu, di Mapolresta Depok, 12 Februari 2015. Pelaku begal gunakan modus baru dengan benang pancing untuk membegal atau menjerat korban selain dengan menganiaya dan merampas motor korban secara langsung. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Polisi tunjukkan benang yang melintang sebatas leher di jalan Juanda, saat razia begal beberapa waktu lalu, di Mapolresta Depok, 12 Februari 2015. Pelaku begal gunakan modus baru dengan benang pancing untuk membegal atau menjerat korban selain dengan menganiaya dan merampas motor korban secara langsung. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua desa itu bernama Tebing dan Negara Bathin. Desa Tebing berada di Kecamatan Mlinting dan Negara Bathin di Kecamatan Jabung. Tak ada akses roda empat atau angkutan umum menuju dua desa tersebut. Yang ada hanyalah ojek sepeda motor.

    Dari Bandar Lampung, dua desa itu bisa dijangkau dengan waktu tempuh sekitar empat jam perjalanan sepeda motor. Desa Tebing berpenduduk tak kurang dari 5.000 jiwa. Sedangkan Negara Bathin mendekati 10 ribu orang.

    Sebagian penduduknya bekerja di ladang. “Warga kami kebanyakan sebagai petani,” kata Bukhori, Kepala Desa Tebing, suatu ketika kepada Tempo.

    Kepolisian setempat kerap menyebut Kecamatan Mlinting dan Jabung lokasi aman bagi penjahat, termasuk begal sepeda motor, yang akhir-akhir ini merajalela di Jakarta dan sekitarnya.

    Pamor Desa Tebing dan Negara Bathin menjadi suram karena aparat kepolisian sering datang ke tempat ini untuk mencari komplotan begal. Misalnya, dalam kasus tewasnya satpam di Bogor bernama Suhardi pada 2012, yang ditembak begal. Kepolisian Resor Bogor kemudian mencari pelaku begal jaringan Sandi alias Unyil ke dua desa tadi. Berkali-kali pula Unit Kejahatan dan Kekerasan Kepolisian Daerah Lampung menangkap pembegal di sana. Petugas menyita amunisi dan senjata api dari warga desa ini.

    Cap "Kampung Begal" sepertinya sudah begitu melekat pada dua desa ini. Maraknya aksi begal sepeda motor dalam sebulan terakhir di Jakarta dan sekitarnya membuat nama jaringan Lampung kembali muncul. Kelompok ini mencuri sepeda motor di berbagai rumah kos. Menurut catatan Polda Metro Jaya, mereka 8 kali beraksi di Jakarta Utara, 7 kali di Jakarta Timur, dan 5 kali di Bekasi.

    Kepala Desa Tebing, Bukhori, menolak jika dikatakan desanya dicap sebagai kampung bramacorah. Walaupun, ia mengakui, sebagian kecil warganya memang pernah terlibat dalam tindak kejahatan. “Ada yang menjadi begal, tapi itu hanya 10 persen,” katanya.

    TIM TEMPO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gempa Maluku Utara dan Guncangan Besar Indonesia Selama 5 Tahun

    BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami. Peringatan ini menyusul Gempa Maluku yang terjadi di Jailolo, Maluku Utara, Kamis, 14 November 2019.