Pendukung 'Cabut Mandat Ahok' Pasang Spanduk di DPRD  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membuka apel besar Komitmen Aplikasi Deklarasi Sekolah Bersih, Damai dan Anti Korupsi se-Jakarta di Taman Monumen Nasional (Monas), Jakarta, 30 Desember 2014. Acara ini untuk menjadikan  guru-guru teladan yang baik bagi siswanya. TEMPO/Dasril Roszandi

    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membuka apel besar Komitmen Aplikasi Deklarasi Sekolah Bersih, Damai dan Anti Korupsi se-Jakarta di Taman Monumen Nasional (Monas), Jakarta, 30 Desember 2014. Acara ini untuk menjadikan guru-guru teladan yang baik bagi siswanya. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.COJakarta - Sebuah spanduk putih sepanjang 12 meter yang berisikan sekitar 6.000 tanda tangan dipasang di depan gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu, 25 Februari 2015. Tanda tangan pada spanduk ini diklaim sebagai bentuk dukungan warga Jakarta untuk mencabut mandat Basuki Tjahaja Purnama sebagai Gubernur DKI. 

    "Ini aspirasi warga Jakarta yang sudah muak dengan kepemimpinan Ahok," kata Laode Kamaludin, koordinator kelompok Masyarakat Jakarta Cabut Mandat Gubernur DKI Jakarta, di depan gedung Dewan. 

    Menurut Laode, tanda tangan warga itu dikumpulkan pada acara hari bebas kendaraan bermotor atau Car-Free Day di Bundaran Hotel Indonesia pada Ahad, 22 Februari 2015. Dalam spanduk itu, selain tanda tangan, tertera tulisan-tulisan yang bernada kasar dan hujatan rasial terhadap Ahok.

    Laode menuturkan pemasangan spanduk ini sebagai bentuk dukungan terhadap anggota Dewan yang besok menggelar paripurna penggunaan hak angket untuk menentukan nasib Ahok. "Ini menunjukkan warga mendukung langkah anggota DPRD." 

    Ada empat alasan yang digunakan kelompok ini untuk mendukung pencabutan mandat Ahok. "Pertama, soal gaya kepemimpinan dia yang arogan. Kedua, kebijakan-kebijakannya yang lebih pro-pengusaha dan malah merugikan masyarakat miskin." 

    Keberadaan spanduk ini menarik perhatian para pegawai negeri sipil yang kebetulan sedang rehat. Para PNS hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat isi pesan dalam spanduk itu. "Kok, kasar-kasar, ya, tulisannya," ujar seorang pegawai. Saat mereka diminta membubuhkan tanda tangan, para pegawai itu langsung menolak.

    PRAGA UTAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.