Djarot 'Gerah' dengan Kawasan Kumuh, Salah Siapa?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (kanan) bersama Pangdam Jaya Mayjen TNI Agus Sutomo (kedua kiri) saat penyusuran aliran Sungai Ciliwung di kawasan kampung Melayu , Jakarta Timur, 11 Februari 2015. TEMPO/Dasril Roszandi

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (kanan) bersama Pangdam Jaya Mayjen TNI Agus Sutomo (kedua kiri) saat penyusuran aliran Sungai Ciliwung di kawasan kampung Melayu , Jakarta Timur, 11 Februari 2015. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.COJakarta - Wakil Gubernur DKI Djarot Syaiful Hidayat mengatakan banyaknya penduduk liar yang menempati kawasan kumuh Ibu Kota adalah kesalahan Pemerintah Provinsi DKI. Menurut dia, seharusnya pemda tak membiarkan mereka hidup di kolong jembatan atau gerobak pinggir jalan. 

    "Padahal mereka melanggar aturan pemda, tapi dibiarkan saja," ujarnya saat mengunjungi kantor Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu, 25 Februari 2015.

    Dia menuturkan pembiaran ini yang menyebabkan penduduk liar makin merajalela. Tak ada sanksi yang tegas juga membuat mereka tak jera walau kadang digusur. Contohnya, ucap dia, warga yang tinggal di kawasan padat penduduk Sawah Besar, yang Senin lalu terbakar.

    Menurut dia, mereka sadar bahwa lokasi tersebut rawan kebakaran. Bahkan tak sedikit keluarga yang semua barangnya ludes dilalap api. Namun mereka tak mau pergi karena sudah betah di sana. "Ini contoh akibat dari cueknya pemda terhadap warga pinggiran," tuturnya.

    Dia juga membagi pengalamannya saat pertama mengunjungi daerah pinggiran Jakarta pada 2012. Dia prihatin dengan kondisi kota metropolitan yang tak memeluk erat warga pinggiran. Padahal, kata dia, mereka harus tetap dilihat sebagai saudara warga Jakarta. "Saya akan berbuat sesuatu agar pembiaran ini tak terjadi lagi," ujarnya.

    YOLANDA RYAN ARMINDYA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.