Bus Polisi Tabrak Siswi SMA, Polisi Gelar Perkara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. personalinjuryweekly.com

    Ilustrasi. personalinjuryweekly.com

    TEMPO.CO , Jakarta: Kepolisian masih menyelidiki mengenai kecelakaan yang melibatkan bus polisi dengan seorang pengendara sepeda motor, Ahmad Guntur, 53 tahun. Sudah ada lebih dari 10 saksi yang diperiksa namun penyebab kecelakaan masih belum diketahui.

    Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Selatan Inspektur Dua Bakti Butarbutar mengatakan, untuk mengetahui penyebab itu, pihaknya merencanakan melaksanakan gelar perkara. "Akan kami laksanakan gelar perkara," ujarnya Rabu 25 Februari 2015.

    Dengan gelar perkara ini, dia mengharapkan akan diketahui seperti apa sebenarnya kecelakaan tersebut terjadi. Anak Guntur bernama Layla Fitriani, 15 tahun, Sekolah Menengah Kejuruan 15 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tewas karena terjatuh setelah motor yang dikendarai ayahnya jatuh setelah disenggol bus polisi yang dikendarai Brigadir Dua Ricky Alexander.

    Diakuinya, penyelidikan kasus ini cukup memakan waktu karena saksi yang berada di TKP sedikit. "Ada saksi tapi kurang memperhatikan kejadian itu," ujarnya. Beberapa orang di sekitar pun telah dimintai keterangan namun belum cukup untuk mengungkap fakta kecelakaan yang terjadi.

    Sementara ini, menurut Bakti, status pengemudi bus polisi masih sebagai saksi. "Dia saksi pengendara," kata dia. Namun, Ricky telah dikenai sanksi dilarang mengendarai kendaraan roda empat.

    Sebelumnya, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Sutimin, mengatakan Ricky masih menjalani sanksi berupa larangan mengemudi kendaraan beroda empat yang diberikan langsung oleh atasannya.

    Sutimin menjelaskan alasan pemberian sanksi yang menimpa Ricky. Menurut dia, setiap orang yang terlibat dalam kecelakaan lalu lintas diberikan sanksi berupa larangan mengemudi hingga adanya putusan pengadilan.

    Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Ronny F. Sompie mengatakan baru mengetahui sanksi yang diberikan kepada pengemudi bus yang menabrak Guntur. "Saya baru tahu ketika anda telepon," kata dia ketika dihubungi.

    Menurut Ronny, memang ada pembicaraan dengan Guntur. Pembicaraan itu dilakukan si salah satu stasiun televisi swasta. Dalam pembicaraan itu, Ronny meminta Guntur menjelaskan apa saja yang dikeluhkannya. Guntur pun meminta dikembalikan sepeda motor, diberikan asuransi. "Kalau sanksi itu, saya kurang tahu," kata dia.

    NINIS CHAIRUNNISA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.