Horor di Pasar Slipi, Pedagang Uji Nyali  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang di pasar tradisional Kranji, Kota Bekasi. TEMPO/Hamluddin

    Pedagang di pasar tradisional Kranji, Kota Bekasi. TEMPO/Hamluddin

    TEMPO.CO , Jakarta - Hiruk pikuk lalu lintas di Jalan Kemanggisan Raya berbeda 180 derajat dengan kondisi Pasar Slipi Jaya. Di pasar itu, kondisi pasar sangat sepi dan jauh dari aktivitas jual beli. Pantauan Tempo, Rabu, 25 Februari 2015, pasar tiga lantai itu cuma dihuni oleh pedagang yang memiliki toko di lantai dasar.

    Adapun di lantai dua, beberapa pedagang masih tetap membuka tokonya. Namun kondisi pasar di lantai itu sangat memprihatinkan. Keramik di lantai tersebut banyak yang pecah dan mengelupas.

    Tembok-temboknya sebagian sudah dihinggapi lumut. Cat berkelir putih itu pun sudah kusam dan berganti warna menjadi cokelat. Atap plafonnya juga sudah rusak dan sebagian tampak ambrol.

    Kondisi lebih parah berada di lantai tiga, atau lantai teratas. Hampir semua plafon di teras atas sudah bolong dan catnya mengelupas. Hampir tidak ada aktivitas pedagang sama sekali di lantai ini. Lorong-lorong kios di lantai tiga pun gelap dan lembab seperti tidak pernah digunakan.

    Sejumlah pedagang pun mengeluhkan kondisi pasar tersebut. Herman Hasbi, 60 tahun, mengaku kondisi pasar itu sudah terjadi sejak 2010 lalu. Kondisi pasar paling parah akan terasa ketika hujan baru saja mengguyur kawasan tersebut. "Becek di mana-mana, dan lantainya jadi licin dan berbahaya," ujar pedagang sembako tersebut.

    Kondisi itu membuat pengunjung enggan berbelanja hingga ke lantai atas. Apalagi, pasar tersebut makin kotor dan gelap menimbulkan suasana yang tidak nyaman. "Kalau pembeli kan maunya yang nyaman," kata dia.

    Herman sendiri memutuskan untuk tetap bertahan di kios seukuran 2x2 meter miliknya karena tak ada pilihan. Tiap hari dia selalu merasa was-was lantaran khawatir atap pasar itu bakal ambrol dan menimpa dirinya atau pedagang lain. "Jadi uji nyali juga kalau ada apa-apa, soalnya sudah parah," kata laki-laki bertubuh subur itu.

    Kepala Pasar Slipi, Yusuf, memahami kekhawatiran para pedagang. Namun dia mengaku tidak bisa berbuat banyak karena PD Pasar Jaya belum merencanakan perbaikan pasar. "Wacananya sudah ada tapi baru sebatas itu saja," kata dia.

    Pengelola pasar sudah mengajukan permohonan renovasi kepada PD Pasar Jaya. Namun sampai sekarang belum diproses dan belum ada kepastian tentang perbaikan pasar tersebut. "Seperti pasti direnovasi karena banyak juga pasar yang seperti ini kondisinya, cuma watunya saja tidak tahu," ujar dia.

    Direktur Utama PD Pasar Jaya Djangga Lubis menyadari kondisi pasar yang sudah cukup parah kerusakannya. Dia menyatakan renovasi Pasar Slipi Jaya paling cepat baru akan dilakukan akhir tahun. Salah satu sebabnya adalah sosialisasi dengan pedagang belum terlaksana.

    Padahal proses sosialisasi sekaligs negosiasi perbaikan itu paling membutuhkan waktu lama. Namun dia memastikan jika Pasar Slipi Jaya tidak diperbaiki dalam bentuk renovasi. Rencananya, pasar seluas 6.000 meter persegi itu bakal dirobohkan dan diganti dengan pasar baru yang jauh lebih bagus dan modern.

    "Kalau tahun ini belum terlaksana ya tahun depan (2016) baru diwujudkan," kata dia. Djangga juga masih belum bisa memastikan jumlah anggaran yang disiapkan untuk membangun ulang pasar tersebut. Dia juga berharap kemungkinan adanya Penanaman Modal Pemerintah untuk perbaikan pasar tersebut.

    "Kalau PMP kemarin (Desember 2014) sudah masuk Rp 110 miliar untuk perbaikan dan perawatan pasar, tapi yang baru belum ada," kata dia.

    DIMAS SIREGAR 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.