Kenapa Begal di DKI Sekarang Lebih Parah?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi razia/pencegahan begal. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Ilustrasi razia/pencegahan begal. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.COJakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya menyatakan tindak kejahatan pencurian dengan kekerasan atau pembegalan saat ini secara kuantitas berkurang atau menurun dari tahun sebelumnya. Namun, menurut Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Martinus Sitompul, kualitasnya meningkat.

    “Peningkatan kualitas itu karena para pelaku beraksi dengan menggunakan senjata api dan tajam,” ujar Martinus di kantornya, Kamis, 26 Februari 2015. “Mereka tak segan melukai atau membunuh korban.”

    Martinus menjelaskan, pada 2014, tercatat ada 904 kasus pencurian dengan kekerasan dan 3.513 kasus pencurian dengan pemberatan. Kasus pencurian dengan kekerasan menurun sekitar 9,96 persen jika dibanding pada 2013, yang tercatat 1.004 kasus. Kasus pencurian dengan pemberatan juga menurun 31 persen dari 5.101 kasus pada 2013.

    Menurut Martinus, hasil penyelidikan polisi menunjukkan ada enam kelompok yang teridentifikasi sebagai pelaku pembegalan. Enam kelompok itu adalah dari daerah Lampung, Pandeglang, Depok, Bekasi, Karawang, dan Bogor.

    Munculnya enam kelompok tersebut, kata Martinus, lebih karena hubungan kekerabatan dan asal daerah. Kelompok-kelompok ini beraksi di Jakarta. “Tapi lebih banyak di daerah penyangga,” ucapnya. Modus dan tindakan pelaku dalam kelompok ini terbilang sadis. Pelaku tak segan-segan melukai korban. “Mereka main bacok dan juga ada yang menggunakan senjata api,” kata Martinus.

    Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Heru Pranoto menuturkan sekarang ini banyak kasus pembegalan yang terungkap dan pelakunya tertangkap. ”Jadi, kuantitasnya tidak bisa dibilang marak atau meningkat,” kata Heru.

    Maraknya kasus Begal membuat polisi intensif menggelar patroli pada malam hari. Salah satunya di Jakarta Selatan. Kepala Subbagian Humas Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan Komisaris Aswin menuturkan 140 personel dilibatkan dalam patroli. “Semua jajaran polsek pun ikut melakukan patroli,” kata Aswin.

    Pada Rabu malam, razia sudah dilakukan. Hasilnya, satu pengendara sepeda motor kedapatan membawa satu linting ganja. “Sementara pelaku begal nihil,” ujarnya. Razia dilakukan di sejumlah titik yang dianggap rawan, misalnya Jalan T.B. Simatupang dan D’Best Cilandak.

    AFRILIA SURYANIS | NINIS CHAIRUNNISA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.