Polisi Tangkap Pelaku Teror Bom di VOA Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Tim Penjinak Bahan Peledak Polda Metro Jaya, melakukan penjagaan di lokasi diduga bom di samping Pos Kepolisian Subsektor Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta, 7 Juli 2014. Jelang pilpres, teror bom telah terjadi sebanyak 17 kali. TEMPO/Imam Sukamto

    Petugas Tim Penjinak Bahan Peledak Polda Metro Jaya, melakukan penjagaan di lokasi diduga bom di samping Pos Kepolisian Subsektor Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta, 7 Juli 2014. Jelang pilpres, teror bom telah terjadi sebanyak 17 kali. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Polisi Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Unggung Cahyono mengatakan terduga pelaku teror bom yang ditujukan ke kantor berita Voice of America, VOA Indonesia telah ditangkap. Adapun teror dilayangkan ke VOA Indonesia pada 10 Januari 2015.

    Menurut Unggung, pelaku ditangkap di Medan. "Umur pelaku masih di bawah 18 tahun dan motif terornya hanya iseng," kata dia di kantornya, Jumat, 27 Februari 2015.

    Karena pelaku masih remaja, kata Unggung, pelaku ditempatkan di Komisi Perlindungan Anak di Medan sebelum dibawa ke Jakarta.

    Sebelumnya, Pemimpin Redaksi VoA Indonesia Frans Padak Demon mengatakan kantornya mendapat ancaman bom lewat komentar di sebuah berita yang diunggah di laman Facebook VoA Indonesia.

    "Kantor VoA pun sebentar lagi mau di bom. waspada lah kalian bajingan," ujar Frans menirukan ancaman tersebut, Sabtu, 10 Januari 2015.

    Kepolisian Sektor Setiabudi menyatakan kantor berita Voice of America (VoA) di Kuningan, Jakarta Selatan, sudah dalam kondisi aman. Tim Gegana sudah melakukan penyisiran. Hasilnya, tidak ditemukan bahan peledak.

    HUSSEIN ABRI YUSUF


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.