Ibu Ini Tahu Anaknya Begal Motor yang Tewas Dibakar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi menunjukan tiga tersangka pelaku begal motor IS (18), D (18), dan ADP (18) berikut barang bukti yang berhasil ditangkap  di Mapolresta Depok, Jawa Barat, 1 Februari 2015.  ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Polisi menunjukan tiga tersangka pelaku begal motor IS (18), D (18), dan ADP (18) berikut barang bukti yang berhasil ditangkap di Mapolresta Depok, Jawa Barat, 1 Februari 2015. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Tangerang - Sutina, ibu Hendriansyah, terduga begal sepeda motor yang tewas dibakar warga di Pondok Aren, Tangerang Selatan, mengakui bahwa di tubuh putranya itu terdapat banyak tato. "Hampir di seluruh tubuhnya ada tato," katanya saat ditemui di rumahnya, Jumat, 28 Februari 2015.

    Menurut Sutina, gambar tato naga, rumah, dan huruf menghiasi punggung, perut, serta kedua lengan anaknya itu. "Saya sendiri tidak tahu apa maksud dari gambar tato itu," katanya. Ketika ditanya apakah ada tato inisial "GBR" pada tubuh anaknya, Sutina mengatakan tidak tahu.

    Sutina mengatakan banyaknya tato di tubuh Hendriansyah membuatnya terganggu. Suatu ketika, Sutina menanyakan langsung kepada Hendriansyah ihwal tato-tato itu. "Aksesori aja, Ma," kata Sutina, menirukan ucapan Hendriansyah saat itu.

    Sutina meyakini terduga yang dihakimi warga lalu dibakar hidup-hidup itu anaknya karena melihat banyak tato pada tubuh jenazah pria tersebut. Sutina mengambil jenazah Hendriansyah yang sudah tiga hari disimpan di ruang pendingin kamar jenazah RSUD Tangerang tadi malam.

    Jenazah Hendriansyah dimakamkan di TPU Larangan, di belakang rumah orang tuanya, tadi malam setelah kedua orang tuanya mengambil jenazah itu di RSUD Tangerang. Mereka meyakini mayat tersebut adalah anak mereka setelah mengenali tato di bagian tubuh mayat tersebut. "Orang tuanya yang mengambil mayatnya," kata Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Pondok Aren Inspektur Satu Agung Aji.

    Dengan terungkapnya identitas begal itu, kata Agung, polisi langsung bergerak untuk menangkap anggota kelompok begal lain. Tiga kawan Hendriansyah berhasil melarikan diri dari amuk massa pada Selasa, 24 Februari 2015. "Kami sudah menyebar anggota untuk melakukan penangkapan ketiga pelaku lain," kata Agung.

    Sebelumnya, terjadi pembegalan di Jalan Masjid Baiturrahim, Kelurahan Pondok Karya, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan, pada Selasa dinihari, 24 Februari 2015. Satu dari empat begal ditangkap warga. Warga yang geram langsung memukuli begal yang tertangkap hingga babak belur dan akhirnya membakarnya.

    JONIANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.