Kasus Bom ITC Depok Ditangani Densus Antiteror  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paket bom yang berhasil diamankan petugas di pusat belanja ITC Depok, Jawa Barat, 23 Februari 2015. Rangkaian bom ini ditemukan oleh seorang cleaning service. Dok. TEMPO

    Paket bom yang berhasil diamankan petugas di pusat belanja ITC Depok, Jawa Barat, 23 Februari 2015. Rangkaian bom ini ditemukan oleh seorang cleaning service. Dok. TEMPO

    TEMPO.CO, Depok - Kepala Kepolisian Resor Kota Depok Komisaris Besar Ahmad Subarkah mengatakan penyidik masih menelisik penemuan bom rakitan di Mal ITC Depok. Sejauh ini sudah tujuh saksi diperiksa.

    "Rekaman kamera CCTV juga masih dipelajari," kata Ahmad, Jumat, 27 Februari 2015.

    Menurut Ahmad, sebagian besar proses penyelidikan diambil oleh Detasemen Khusus Anti Teror. Alasannya, tim Densus lebih berpengalaman dalam menangani kasus-kasus semacam ini. "Karena ini berkaitan dengan teror, kan," kata Subarkah.

    Bom rakitan yang sempat menimbulkan ledakan itu ditemukan di toilet pria lantai dua Mal ITC Depok pada 23 Februari 2015. Tidak ada kerusakan dan korban akibat ledakan itu. Namun, pengunjung mal menjadi panik dan berhamburan keluar.

    Bom rakitan itu ditempatkan dalam kardus bekas minuman kemasan. Seorang petugas kebersihan sebenarnya sudah melihat kardus tersebut sejak pukul 16.00. Namun karena mengira benda itu adalah barang pengunjung yang tertinggal, petugas hanya membiarkan saja. Setelah benda itu mengeluarkan ledakan sekitar pukul 17.30, barulah isi kardus menjadi perhatian.

    MAYA NAWANGWULAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.