Lawan DPRD, Ahok Kebanjiran Dukungan dari Netizen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memperlihatkan dokumen setibanya di Gedung KPK, Jakarta, 27 Februari 2015. Kedatangan Ahok untuk menyerahkan sejumlah dokumen sebagai barang bukti usulan anggaran APBD DKI senilai Rp 12,1 triliun. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memperlihatkan dokumen setibanya di Gedung KPK, Jakarta, 27 Februari 2015. Kedatangan Ahok untuk menyerahkan sejumlah dokumen sebagai barang bukti usulan anggaran APBD DKI senilai Rp 12,1 triliun. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tak sendirian menghadapi gempuran 106 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang menggulirkan hak angket. Puluhan ribu netizen atau warga dunia maya berada di belakang Ahok untuk memberi dukungan.

    Besarnya dukungan bagi mantan Bupati Belitung Timur itu terlihat dari munculnya aktivisme publik di media sosial. Di situs mikroblog Twitter, muncul tagar SaveAhok. Tagar itu kini berada di peringkat dua topik yang paling banyak dibicarakan oleh pengguna Twitter di Indonesia pada Jumat malam, 27 Februari 2015.

    Salah satu tokoh yang mendukung aksi ini ialah sineas Joko Anwar. Lewat akunnya @jokoanwar, dia mencuit, "Jadi, kita bela siapa?" sambil menyertakan tagar SaveAhok. Joko juga menyertakan meme atau gambar parodi yang mengungkap anggaran siluman Rp 12,2 triliun untuk membeli alat elektronik. Padahal, uang segitu bisa dipakai membangun 60 ribu unit rumah susun.

    Bertebaran juga kartun Ahok dengan desain mirip kartun Tintin. Ahok digambarkan sedang mengambil kuda-kuda silat dengan pakaian adat Betawi. Gambar itu diberi judul Demokrasi Kagak Boleh Mundur Boss.

    Selain Twitter, gelombang dukungan pada Ahok juga tercermin dari kanal petisi Change.org. Petisi itu diberi judul Rakyat Jakarta Mencabut Mandat DPRD dan Bubarkan DPRD. Inisiator gerakan ini ialah Yanto Huang di Jakarta Barat dan sudah tembus 19.035 pendukung. Alasan Yanto membuat petisi ini ialah Dewan tak pro pemberantasan korupsi.

    RAYMUNDUS RIKANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.