Buru Begal, Polisi Depok Patroli dengan Motor

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi razia/pencegahan begal. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Ilustrasi razia/pencegahan begal. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Depok - Wakil Kepala Kepolisian Resor Kota Depok Ajun Komisaris Besar Irwan Anwar mengatakan kepolisian meningkatkan patroli keamanan di wilayah hukum Kepolisian Resor Kota Depok. Polisi juga memetakan wilayah yang dianggap rawan tindak kejahatan.

    "Patrolinya dengan motor seperti itu," kata Ajun Komisaris Besar Irwan Anwar, Wakil Kepala Kepolisian Resor Kota Depok, sambil menuding sepeda motor besar milik polisi, di kantornya, Jumat, 27 Februari 2015.

    Selama dua pekan terakhir, halaman parkir Kepolisian Resor Kota Depok diramaikan oleh motor-motor trail kepolisian. Sekitar dua puluh motor trail tampak berjejer di halaman parkir setiap siang hari.

    "Biasanya ada patroli berdua, sekarang patroli skala sedang, dan skala besar," kata dia.

    Irwan mengatakan patroli yang biasanya hanya dilakukan anggota kepolisian sektor, kini turut dibantu juga dengan anggota Kepolisian Resor. "Biasanya hanya polres dan polsek, sekarang polda bantuin," kata dia. Peningkatan patroli dan razia ini menurut dia, mulai menunjukkan hasil. "Nyatanya tidak ada lagi kejadian."

    Kepala Kepolisian Resor Kota Depok Komisaris Besar Ahmad Subarkah mengklaim Subarkah mengatakan selama periode Februari tidak muncul kasus begal di wilayah Depok. Menurut dia, kemungkinan ini terjadi akibat upaya preventif kepolisian mengamankan wilayah Depok. Dia berpendapat kejahatan dapat terjadi karena ada niat dan kesempatan. "Dia niat ada tapi kesempatannya gak ada, tidak jadi kejahatan" kata dia.

    Adapun dua bulan terakhir, Kota Depok dihebohkan aksi perampasan kendaraan roda dua dengan perampasan. Kejahatan begal yang terjadi, di antaranya di Jalan Juanda; Jalan Margonda Raya; di depan kampus BSI; Jalan Raya Krukut, Limo; dan Jalan Boulevard, Grand Depok City. Kriminalitas itu terjadi pada pukul 00.00 WIB atau menjelang dinihari.

    Modus bahkan berkembang, dari semula menggunakan samurai atau kelewang kemudian memakai benang pancing. Pada awal Februari 2015, warga Kampung Sugutamu, Baktijaya, Sukmajaya, Depok, Hermawan, menjadi korban tindak kejahatan di jalan akses UI-Kelapa Dua, Depok. Hermawan dipalang atau dijegal menggunakan tali pancing di jalan yang membuat dia terjatuh dan mengalami luka di bagian kepala.

    MAYA NAWANGWULAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.