Lagi, Kepolisian Gelar Razia Preman di Jakarta Selatan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi razia/pencegahan begal. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Ilustrasi razia/pencegahan begal. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Jakarta - Razia besar-besaran untuk mencegah aksi kejahatan jalanan digelar Kepolisian Resor Jakarta Selatan Jumat malam ini, 27 Februari 2015. Kepala Kepolisian Resor Jakarta Selatan Komisaris Besar Wahyu Hadiningrat mengatakan operasi akan digelar hingga dini hari.

    "Operasi cipta kondisi akan berlangsung hingga pukul tiga dini hari atau lebih," kata Wahyu, Jumat 27 Februari 2015.

    Wahyu mengatakan operasi ini merupakan gabungan antara Polres Jakarta Selatan dengan 12 polsek di wilayah Jakarta Selatan. Personil yang diterjunkan oleh 12 polsek, kata dia, berjumlah 530 personil. "Dari Polres sedang apel siaga, belum tahu jumlah personil yang disiagakan," kata dia.

    Titik keramaian menjadi target utama operasi. Ia menyebutkan titik utama berada di Terminal Blok M, Terminal Pasar Minggu dan Terminal Lebak Bulus."Tapi titik-titik itu bisa berubah, tergantung hasil penyisiran awal," kata dia.

    Rencana operasi, kata Wahyu, sebanyak 73 mobil patroli akan melakukan penyisiran di seluruh wilayah Jakarta Selatan. "Setelah penyisiran baru ditetapkan titik-titik mana saja yang akan menjadi titik pantau," kata dia.

    Wahyu menuturkan sasaran utama operasi ini adalah mencegah tindak premanisme di jalanan. "Razia terutama untuk yang membawa senjata tajam dan senjata api," kata dia.

    Sebelumnya pada Rabu 25 Februari 2015 lalu Kepolisian Jakarta Selatan juga menggelar razia serupa.

    DINI PRAMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.