Pengadaan UPS Bikin Ahok 'Panas', Lasro Pun Kaget  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (Dari kiri) Direktur Operasional Bank DKI Martono Soeprapto, Chief Country Officer Citibank Indonesia Tigor M. Siahaan, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Lasro Marbun, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, dan Direktur Pengembangan Akses Keuangan Bank Indonesia Jakarta Pungky Purnomo usai penandatanganan kerjasama program pendidikan keuangan SD Negeri di Jakartam 26 November 2014. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    (Dari kiri) Direktur Operasional Bank DKI Martono Soeprapto, Chief Country Officer Citibank Indonesia Tigor M. Siahaan, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Lasro Marbun, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, dan Direktur Pengembangan Akses Keuangan Bank Indonesia Jakarta Pungky Purnomo usai penandatanganan kerjasama program pendidikan keuangan SD Negeri di Jakartam 26 November 2014. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengultimatum Dinas Pendidikan untuk membuat pengakuan terkait pengadaan uninteruptable power supply (UPS) atau alat pencadangan listrik dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2014 sekitar Rp 330 miliar.

    Ahok, sapaan akrab Basuki, meminta Dinas membeberkan bahwa pengadaan UPS merupakan titipan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. "Kalau dia enggak mau buka mulut kalau ini dititipin DPRD nanti yang tanggung jawab masuk penjara Dinas," kata dia.

    Pengadaan UPS terjadi ketika Lasro Marbun menjabat Kepala Dinas Pendidikan. Kegiatan tersebut masuk pada saat APBD perubahan. Lasro mengaku kecolongan dengan pengadaan barang yang satu unitnya mencapai Rp 6 miliar itu. "Saya kaget ada kegiatan yang masuk," ucap dia saat dihubungi, Jumat, 27 Februari 2015.

    Lasro mengatakan, kegiatan tersebut masuk melalui Suku Dinas Pendidikan Menegah di setiap wilayah. Untuk memperjelas duduk perkaranya, Lasro yang kini menjadi Inspektorat itu bakal memanggil seluruh kepala suku dinas yang terkait. "Nanti kami akan beri tahu semuanya," kata dia.

    Jakarta Barat salah satu wilayah yang sekolahnya mendapat UPS. Sebanyak 25 sekolah baik SMA maupun SMK memperolah alat tersebut dengan total senilai Rp 145 miliar. Pejabat pembuat komitmen pengadaan UPS adalah Kepala Seksi Sarana dan Prasarana, Suku Dinas Pendidikan Menengah, Alex Usman. Alex yang juga pemilik Harian Terbit menandatangani langsung proyek pengadaan tersebut.

    Sekretaris Komisi Pendidikan Fahmi Zulfikar Hasibuan, mengatakan pengadaan UPS mungkin saja DPRD yang mengusulkan. Namun, jika usulan Dewan dianggap tak perlu seharusnya barang ditolak. "Jangan dilelang saja kan sekarang ada ULP," katanya. Ihwal perlu tidaknya UPS, ia menyerahkannya kepada pengguna. Terkait warga yang dianggap tak wajar, ia berkilah. "Wajar tidaknya coba cek harga di pasar."

    Berdasarkan penelusuran di internet, UPS merek AEC/ALP terbilang sulit ditemukan. Informasi yang diperoleh pun sedikit terkait barang tersebut. UPS yang mendekati merek tersebut adalah jenis AEC star T5 series 33120. Series tersebut harganya sebesar U$D 36,326 atau sekitar 360 juta satu unit.

    ERWAN HERMAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.