4 Begal Motor Ditembak Mati, Lainnya Tetap Beroperasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota kepolisian memperlihatkan barang bukti, hasil operasi kejahatan sepanjang Januari 2015 di Lapangan Polda Metro Jaya, Jakarta, 3 Februari 2015. Polda Metro Jaya berhasil menjaring 2.785 orang dengan berbagai macam kasus kejahatan, diantaranya kasus begal motor, peredaran uang dolar dan euro palsu, serta kasus narkoba. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    Sejumlah anggota kepolisian memperlihatkan barang bukti, hasil operasi kejahatan sepanjang Januari 2015 di Lapangan Polda Metro Jaya, Jakarta, 3 Februari 2015. Polda Metro Jaya berhasil menjaring 2.785 orang dengan berbagai macam kasus kejahatan, diantaranya kasus begal motor, peredaran uang dolar dan euro palsu, serta kasus narkoba. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    TEMPO.CO, Bekasi - Kepolisian Resor Bekasi Kota tercatat telah menembak mati empat begal asal kelompok Lampung sejak Januari-Februari 215. "Dalam dua kali penangkapan," kata Kepala Unit Kejahatan dan Kekerasan Satuan Reserse Kriminal Polresta Bekasi Kota Ajun Komisaris Bambang.

    Penangkapan pertama terjadi pada 24 Januari 2015. Jajaran Reskrim Polresta Bekasi Kota menembak mati Jeki, 30 tahun, otak begal kelompok Lampung. Jeki ditangkap di Medansatria, Kota Bekasi. "Ditembak karena melawan dan membahayakan petugas," kata dia.

    Selain itu, polisi juga menangkap delapan anak buahnya dengan empat ditembak di kontrakannya di Cipendawa, Rawalumbu. Mereka adalah Agus, 26 tahun, Tri (28), Juni (32), Ijul (26), Keling (28), Andi (30), Kojan (26), dan Otong (32). Meski sudah ada yang mati ditembak, begal lainnya tetap beroperasi di berbagai wilayah di Jabodetabek.

    Polisi menyita sepucuk senjata api rakitan jenis revolver dengan tiga peluru utuh milik tersangka. Turut disita pula dua selongsong peluru, tiga sepeda motor Yamaha Mio, sebilah golok, dua bilah pisau, lima kunci leter-T, satu buah obeng, dan delapan telepon seluler.

    Pada 27 Januari 2015, tiga begal kelompok Lampung tewas di tangan aparat Kepolisian Sektor Pondok Gede, Kota Bekasi. Mereka adalah Rohim, 29 tahun, Decky Chen (21), dan Samsudin (25). Adapun A masih diburu karena kabur saat disergap di kontrakannya di Cileungsi, Bogor.

    Dari tangan pelaku, polisi menyita empat pucuk senjata api rakitan berikut 14 butir peluru, tiga selongsong peluru, dua set kunci leter-T berikut sembila anak kunci, empat unit sepeda motor, dan satu telepon selular.

    Berdasarkan catatan, kelompok ini telah melukai dua orang korban. Di antaranya tanggal 12 Januari 2015, para tersangka menembak Egi, 20 tahun, seorang penjual sepatu di Jalan Raya Hankam, Kecamatan Pondok Melati. Selain menembak korban, pelaku juga menggondol sepeda motor korban jenis Yamaha Vixion B-4355-TDW.

    Pada 23 Januari 2015, tersangka Samsudin menembak Hidayat, 62 tahun, di bagian pipi kiri hingga tembus kanan di Perumahan Pondok Pekayon Indah Blok C, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Pelaku membawa kabur Honda Vario 125 B-3212-KRW milik korban.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.