Saran Ahok untuk Djarot: Kalau Nggak Sama Parpol Ya...

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). (ILUSTRASI: TEMPO/ INDRA FAUZI)

    Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). (ILUSTRASI: TEMPO/ INDRA FAUZI)

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memaklumi jika wakilnya, Djarot Saiful Hidayat, enggan turut campur ihwal penggunaan hak angket oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta. Ahok memastikan hak angket tak mempengaruhi hubungannya Djarot.

    "Hubungan saya dan Pak Djarot baik-baik saja," kata Ahok di Balai Kota, Selasa, 3 Maret 2015. Namun Ahok mengaku sengaja tak melibatkan Djarot dan sendiri menghadapinya. "Kalau Pak Djarot gara-gara partai politik nggak enak ya enggak usah ikut-ikutan deh."

    Ahok mengaku sudah menyampaikan hal tersebut ke Djarot. Menurut ia mengatakan latar belakang partai politik Djarot secara tidak langsung akan mempengaruhi sikapnya.

    Dalam struktur partai, Djarot menjabat sebagai Ketua Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Bersama enam fraksi lainnya, Fraksi PDI Perjuangan di DPRD DKI Jakarta mendukung penggunaan hak angket terhadap Ahok. Selain itu, Tim Angket juga akan melaporkan Ahok ke Badan Reserse Kriminal Polri atas dugaan penyuapan dan pencemaran nama baik.

    Penggunaan hak angket muncul sebagai akibat adanya perbedaan pendapat antara Pemerintah DKI dan anggota Dewan mengenai penyusunan anggaran. Belakangan, Ahok balik melaporkan dugaan anggaran siluman pada APBD 2014 ke Komisi Pemberantasan Korupsi. Ia berujar anggaran siluman disebabkan adanya pokok pikiran yang dikiriman anggota Dewan.

    Ahok mendukung jika Djarot memilih untuk tak menyatakan sikapnya mengenai hak angket. Ia berujar sikap itu bisa menghindarkan Djarot dari pemikiran yang terbelah antara Ahok dan partai. "Jika karena politik lal Pak Djarot merasa tak enak, enggak usah ikut-ikutan. Saya sendiri saja, lebih enak," kata Ahok.

    LINDAI HAIRANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.