Polisi Tangkap Dua Rekan Begal Motor yang Dibakar Warga

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi razia/pencegahan begal. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Ilustrasi razia/pencegahan begal. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Setelah lebih dari sepekan melakukan perburuan, polisi akhirnya berhasil meringkus pelaku lainnya yang diduga menjadi rekan, Hendriansyah, terduga begal motor yang dibakar massa di Pondok Aren, Tangerang Selatan beberapa waktu lalu.

    Kepala Polsek Pondok Aren, Komisaris Bachtiar Alphonso mengatakan dua tersangka ditangkap kemarin malam. "Dua tersangka yang ditangkap bernama Puguh dan Unyil," katanya saat dihubungi Selasa, 3 Maret 2015 malam.

    Puguh diringkus di kawasan Subang, Jawa Barat dan Unyil ditangkap di daerah Demak, Jawa Tengah. Keduanya mengakui terlibat aksi pembegalan pada Selasa 24 Februari 2015 di jalan Raya Ceger, Pondok Aren. " Mereka mengakuinya," katanya.

    Menurut Bachtiar, dengan diringkusnya Puguh dan Unyil, masih ada satu tersangka lagi yang kini masih diburu polisi.  Penangkapan ini juga dibenarkan Kepala Unit II Subdit Jatanras Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Teuku Arsya Khadafi.

    Komplotan penjahat itu melakukan pembegalan terhadap Wahyu Hidayat dan Sri Astriani di Jalan Masjid Baiturrahman, Pondok Aren. Awalnya, komplotan itu berjumlah empat orang dengan dua motor.  Belakangan diketahui pelaku berjumlah enam orang dengan tiga sepeda motor. Pelaku lain sudah diketahui identitasnya dan sedang dalam pengejaran.

    Aksi pembegalan motor ini gagal karena korban berteriak. Hendriansyah tertangkap oleh warga dan dikeroyok beramai-ramai. Penduduk yang kalap kemudian membakar warga Larangan Utara itu. Setelah tiga hari tersimpan di kamar jenazah Rumah Sakit Umum Daerah Tangerang, kedua orang tua Hendriansyah mengambil dan menguburkannya.

    JONIANSYAH | NINIS CHAIRUNNISA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.