Begini Begal yang Dibakar Massa Merencanakan Aksinya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi begal motor. TEMPO/Iqbal Lubis

    Ilustrasi begal motor. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Tangerang - Kepala Kepolisian Resor Kota Tangerang Komisaris Besar Irfing Jaya mengatakan perampasan kendaraan bermotor dengan kekerasan alias begal yang berujung pada pembakaran pelaku di Pondok Aren, Tangerang Selatan, dilakukan dengan terencana. "Enam pelaku merancang eksekusi tersebut dan saling berbagi peran," kata Irfing di Tigaraksa, Rabu, 4 Maret 2015

    Menurut Irfing, beberapa jam sebelum beraksi, enam pelaku masing-masing Hendriansyah, Unyil, Puguh, Beller, Noval, dan Celeng berkumpul di lapangan futsal di kawasan Pondok Aren. Mereka merancang dan merencanakan eksekusi di sana.

    Rapat khusus komplotan ini dipimpin oleh Hendriansyah sebagai otak dari komplotan. Rapat digelar pada Senin malam, 23 Februari 2015. Target mereka adalah pengendara yang melintas di Jalan Raya Ceger, Pondok Aren.

    Pada Selasa, 24 Februari 2015, sekitar pukul 01.00 dinihari, enam pelaku yang berboncengan mulai bergerak. Celeng memboceng Hendriansyah, Unyil dan Noval, serta Puguh dan Beller. Mereka menghadang pengendara yang belakangan diketahui bernama Wahyu Hidayat dan Sri Astriani.

    "Saat menghadang korban, mereka berbagi tugas ada yang menjaga di depan, di belakang dan eksekutor," kata Irfing.

    Hendriansyah, yang membawa samurai, bertindak sebagai eksekutor perampasan sepeda motor. Hendriansyah sempat mengayunkan samurainya ke kaki Wahyu Hidayat, pengendara Honda Beat yang saat itu berboncengan dengan Sri. Namun, aksi begal ini gagal karena korban berteriak.

    Jalan Ceger yang saat itu masih ramai langsung geger dan emosi warga sekitar tidak terkendali. Mereka mengeroyok Hendriansyah yang tertinggal dari ke lima rekannya. Setelah babak belur, pria ini dibakar hidup-hidup.

    JONIANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.