Khawatir Begal, Muncul Gerakan 'Pulang Bareng'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota kepolisian memperlihatkan barang bukti, hasil operasi kejahatan sepanjang Januari 2015 di Lapangan Polda Metro Jaya, Jakarta, 3 Februari 2015. Polda Metro Jaya berhasil menjaring 2.785 orang dengan berbagai macam kasus kejahatan, diantaranya kasus begal motor, peredaran uang dolar dan euro palsu, serta kasus narkoba. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    Sejumlah anggota kepolisian memperlihatkan barang bukti, hasil operasi kejahatan sepanjang Januari 2015 di Lapangan Polda Metro Jaya, Jakarta, 3 Februari 2015. Polda Metro Jaya berhasil menjaring 2.785 orang dengan berbagai macam kasus kejahatan, diantaranya kasus begal motor, peredaran uang dolar dan euro palsu, serta kasus narkoba. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Awang Dito, 30 tahun, takut akan teror begal yang terjadi di Pondok Aren, Tangerang Selatan. 

    Musababnya, lokasi kejadian tempat begal dibakar oleh massa pada Senin malam, 23 Februari 2015, dekat dengan tempat tinggal Dito, di Pondok Cabe, Tangerang Selatan.

    Dito mengetahui info itu dari pelbagai media. Dia menceritakan kegelisahannya ke teman sekantornya, Diaz Hermawan, 30 tahun, dan Agus Nugraha, 33 tahun.

    Obrolan itu berlangsung sehabis magrib pada Selasa, 24 Februari 2015. Dito cemas untuk pulang. Dia berjalan bolak-balik antar-ruangan di kantor.

    "Aduh, gila itu begal, gimana gue pulang nanti?" kata dia kepada Tempo di Jalan Proklamasi Nomor 41, Jakarta Pusat, Selasa, 3 Maret 2015.

    Risi melihat temannya terlihat ketakutan untuk pulang, Agus menceletuk. "Tenang, nanti satu Jakarta nganterin lo pulang," kata dia dalam obrolan itu.

    Perkataan Agus itu membuat Dito dan Diaz berpikir, bagaimana caranya mencegah begal saat mereka mengendarai sepeda motor, terutama di malam hari? Jawabannya, harus bareng-bareng alias konvoi.

    Mereka bertiga kemudian membuat suatu gerakan di situs micro-blogging Twitter dengan akun @pulangkonvoi. 

    HUSSEIN ABRI YUSUF


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.