Akun Cegah Begal @pulangkonvoi Diikuti 7.000 Orang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi menunjukan tiga tersangka pelaku begal motor IS (18), D (18), dan ADP (18) berikut barang bukti yang berhasil ditangkap  di Mapolresta Depok, Jawa Barat, 1 Februari 2015.  ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Polisi menunjukan tiga tersangka pelaku begal motor IS (18), D (18), dan ADP (18) berikut barang bukti yang berhasil ditangkap di Mapolresta Depok, Jawa Barat, 1 Februari 2015. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Jakarta - Awang Dito, 30 tahun, Diaz Hermawan (30), dan Agus Nugraha (33) adalah penggagas gerakan "Pulang Bareng" untuk mengantisipasi pembegalan yang terjadi akhir-akhir ini. 

    Dito mengaku sampai takut pulang karena khawatir terjadi sesuatu dengannya di perjalanan. Apalagi jalur berangkat dan pulang kantor Dito selalu melintasi tempat seorang begal yang dibakar hidup-hidup oleh massa di Pondok Aren, Tangerang Selatan, pada Senin malam, 23 Februari 2015.

    "Aduh, gila itu begal, gimana gue pulang nanti?" kata dia kepada Tempo di Jalan Proklamasi Nomor 41, Jakarta Pusat, Selasa, 3 Maret 2015. Dito kemudian menyampaikan kegundahannya kepada Diaz dan Agus.

    Tiga rekan sekantor ini kemudian berpikir bagaimana caranya mencegah aksi begal. Jalan keluarnya adalah pulang bersama-sama. Tapi bagaimana melakukannya? Twitter, jawabnya.

    Mereka bertiga membuat gerakan di situs microblogging Twitter dengan akun @pulangkonvoi. Agus membuat desain, Diaz membuat akun e-mail, dan Dito membuat akun Twitter. Akun itu selesai dibuat pada Selasa, 24 Februari 2015, sekitar pukul 20.00 WIB.

    Tak disangka, esok paginya, Rabu 25 Februari 2015, pengikut akun @pulanglkonvoi mencapai hampir 200 orang. Hingga Rabu sore, 4 Februari 2015, atau delapan hari setelah dibuat, pengikut akun ini menembus angka 7.000 orang.

    Dari sekadar iseng mewadahi orang untuk pulang berkonvoi, akun Twitter yang digagas Dito, Diaz, dan Agus itu kini jadi bahasan di media sosial. "Tanggal 27, 28 Februari, dan 1 Maret 2015, akun Twitter @pulangkonvoi banyak dibicarakan di Path dan Instagram," kata Diaz. 

    HUSSEIN ABRI YUSUF


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.