Angket DPRD: Mengapa Ahok Dibanjiri Dukungan Publik?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Pijar Indonesia, membentangkan poster `Save Ahok`, sebagai bentuk dukungannya kepada Gubernur DKI Basuki T. Purnama di Balai Kota Jakarta, 3 Maret 2015. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Pijar Indonesia, membentangkan poster `Save Ahok`, sebagai bentuk dukungannya kepada Gubernur DKI Basuki T. Purnama di Balai Kota Jakarta, 3 Maret 2015. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.COJakarta - Pengamat komunikasi politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Gun Gun Heryanto, mengatakan aksi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok membongkar dana siluman dalam APBD DKI Jakarta 2015 telah mendapat simpati dan dukungan dari masyarakat. 

    Dukungan dari masyarakat itu bisa terlihat dari banyaknya warga yang mendukung petisi untuk Ahok. Mengapa masyarakat mendukung? Menurut Gun Gun, selama ini, persoalan anggaran, seperti mekanisme penganggaran dan pengalokasiannya, biasanya elitis, dan publik tak bisa mengaksesnya.

    "Masyarakat yang bertanya-tanya seputar anggaran merasa terwakilkan dengan keterbukaan yang dilakukan Ahok," katanya saat dihubungi Tempo, Rabu, 4 Maret 2015.

    Menurut Gun Gun, semua partai politik yang mendukung kekisruhan APBD malah akan menanggung persepsi buruk dari masyarakat. Menurut dia, keterbukaan yang dilakukan Ahok menyebabkan beberapa orang tak suka, yang kemudian melakukan manuver. "Yang berbahaya ialah manuver ini mengakibatkan APBD tersandera," ucapnya.

    Di tengah kisruh yang terjadi antara Ahok dan DPRD DKI Jakarta, puluhan ribu netizen atau warga dunia maya berada di belakang Ahok untuk memberi dukungan. Besarnya dukungan bagi mantan Bupati Belitung Timur itu terlihat dari munculnya aktivisme publik di media sosial. Di Twitter, muncul tagar #SaveAhok.

    Petisi dukungan terhadap Ahok yang terdapat di halaman Change.org saat ini telah mencapai 47.649 dukungan. Petisi yang digagas oleh Yanto Huang dari Jakarta Barat itu hanya perlu 2.351 dukungan lagi agar tembus 50.000.

    GANGSAR PARIKESIT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.