Berapa Banyak Begal Sepeda Motor yang Beraksi di Jabodetabek?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi menunjukan tiga tersangka pelaku begal motor IS (18), D (18), dan ADP (18) berikut barang bukti yang berhasil ditangkap  di Mapolresta Depok, Jawa Barat, 1 Februari 2015.  ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Polisi menunjukan tiga tersangka pelaku begal motor IS (18), D (18), dan ADP (18) berikut barang bukti yang berhasil ditangkap di Mapolresta Depok, Jawa Barat, 1 Februari 2015. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.COJakarta - Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Heru Pranoto mengatakan sudah menangkap sebanyak 101 pelaku pencurian dengan kekerasan atau begal yang beraksi di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi. “Sebelumnya 95 pelaku. Sekarang ditangkap lagi enam pelaku. Jadi sudah 101 pelaku,” kata Heru kepada Tempo, Rabu, 4 Maret 2015. 

    Enam pelaku yang ditangkap sejak Senin, 2 Maret 2015, hingga hari ini adalah 2 pelaku berinisial P dan U yang beraksi di Pondok Aren, TK dan RZ dari kelompok Palembang beraksi di Bekasi, dan MSS dan MD beraksi di Duren Sawit, Jakarta Timur.

    Saat ini, ucap Heru, penyidik masih memburu sebanyak sebelas pelaku lain yang masih buron. Sebelas pelaku itu adalah 2 pelaku yang beraksi di Pondok Aren, 1 pelaku beraksi di Duren Sawit, 2 pelaku di Depok, serta 6 pelaku dari kelompok Lampung beraksi di Tangerang dan Depok. “Kami bentuk tim untuk memburu pelaku sampai ke Lampung,” ujarnya.

    Sebelumnya, Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Unggung Cahyono menjelaskan, 95 pelaku pencurian dengan kekerasan yang beraksi di wilayah hukum Polda Metro Jaya sudah ditangkap. Dari jumlah itu, tujuh pelaku ditembak mati karena melawan dan membahayakan petugas.

    Menurut Unggung, tak hanya menangkap pelaku, penyidik juga memutus mata rantai antara pemetik dan penadah. "Jadi, kami juga merazia penadahnya di Depok dan Jagakarsa (Jakarta Selatan)," ujar Unggung, Selasa, 3 Maret 2014.

    Dalam razia itu, anggota menangkap penjual suku cadang dengan barang bukti sebanyak tiga truk. "Termasuk mesin-mesin yang sudah dikikir dan nomornya sudah hilang," kata Unggung.

    Unggung menuturkan hasil barang curian itu dijual para pelaku seharga Rp 1-2 juta. "Jadi, kami tutup yang menerima (penadah). Sebab, selama masih ada yang menampung, akan ada terus (kasus begal)," ujar Unggung.

    AFRILIA SURYANIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.