Guru Cantik Ini Usaha Sampingannya Jadi Kurir Sabu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seroang wanita warga negara asing asal Cina, XS menunjukkan sebuah celana dalam miliknya kepada petugas Bea Cukai di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 28 Januari 2015. Celana dalam tersebut digunakan untuk menyelundupkan sabu seberat 2 Kg. TEMPO/Marifka  Wahyu Hidayat.

    Seroang wanita warga negara asing asal Cina, XS menunjukkan sebuah celana dalam miliknya kepada petugas Bea Cukai di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 28 Januari 2015. Celana dalam tersebut digunakan untuk menyelundupkan sabu seberat 2 Kg. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    TEMPO.CO , Jakarta - Seorang guru honorer wanita berinisial F, 35 tahun, ditangkap anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) karena menyelundupkan sabu seberat 16 kilogram dalam 15 set kereta dorong bayi (Baby Stroller) di kawasan Muara Baru, Jakarta Utara, pada 16 Februari 2015.

    "Tersangka tinggal di Jawa Timur dan bekerja sebagai guru honorer dengan gaji Rp 300 ribu," kata Juru bicara BNN Komisaris Besar Slamet Pribadi kepada Tempo, Rabu, 4 Maret 2015.

    Slamet menjelaskan, pengungkapan penyelundupan 16 kilo sabu yang dilakukan F berawal saat petugas melakukan pengintaian terhadap satu unit mobil pick up di Jakarta Utara. "Mobil itu bermuatan kosong dan masuk ke sebuah gudang penyimpanan, kemudian keluar dengan membawa muatan penuh," ujarnya.

    Petugas kemudian memberhentikan mobil pick up yang bermuatan penuh tersebut. Petugas BNN pun langsung membongkar muatan mobil tersebut dan mendapati sebanyak 17 set kereta dorong bayi. Namun, saat diperiksa ternyata diselipkan narkoba jenis sabu dalam kereta dorong itu. "Ada 16.043,2 gram sabu yang ditemukan di 15 set kereta dorong. Dua set kereta dorong tidak diselipkan sabu," kata Slamet.

    Petugas BNN pun langsung menetapkan F yang berperan sebagai kurir sebagai tersangka. "Kami juga mengamankan sopir pick up berinisial B dan rekan wanita F berinisial YN. Tapi, keduanya sebagai saksi," ujarnya.

    Kepada penyidik, F yang merupakan warga Nusa Tenggara Timur dan telah lama tinggal di Jawa Timur ini mengaku disuruh seseorang untuk mengambil paket kereta dorong asal Cina. "Ini sudah keempat kalinya, tersangka menjadi kurir," ujarnya.

    Sebelumnya, F pernah mengambil paket sabu dari Medan dan dua kali mengambil paket sabu di Yogyakarta. "Setiap kali transaksi F diberi uang Rp 20 juta oleh bosnya. Rp 10 juta untuk biaya operasional dan Rp 10 juta lagi, upahnya sebagai kurir," ujar Slamet.

    Akibat perbuatannya, kini F mendekam di tahanan BNN, Cawang, Jakarta Timur. Dia dijerat Pasal114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. "Ancamannya maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup," kata Slamet.

    AFRILIA SURYANIS 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.