Ahok Murka, Mediasi dengan DPRD DKI Deadlock

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memperlihatkan dokumen setibanya di Gedung KPK, Jakarta, 27 Februari 2015. Kedatangan Ahok untuk menyerahkan sejumlah dokumen sebagai barang bukti usulan anggaran APBD DKI senilai Rp 12,1 triliun. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memperlihatkan dokumen setibanya di Gedung KPK, Jakarta, 27 Februari 2015. Kedatangan Ahok untuk menyerahkan sejumlah dokumen sebagai barang bukti usulan anggaran APBD DKI senilai Rp 12,1 triliun. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Mediasi antara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menemui jalan buntu. Ahok disebut murka dan menekan anak buahnya.

    Dari luar, terdengar suara Ahok berteriak, dan beberapa menit kemudian dia keluar dari ruangan mediasi. Tak jelas apa yang diteriakkan, Ahok keluar dari pintu samping. Semua pejabat DKI keluar dari ruangan dan diam seribu bahasa.

    Suasana di dalam sangat tegang. Menurut sumber Tempo, Basuki terpancing dengan omongan anggota DPRD DKI Jakarta yang dianggap melenceng. Bahkan bahasan menyingung soal UPS. Beberapa teriakan, muncul, seperti "Ini Gubernur atau Preman" kata sumber Tempo.

    Salah satu peserta di ruangan itu menuturkan, deadlock terpicu saat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mencoba untuk mengklarifikasi soal pengadaan UPS di wilayah kepada Anas Efendi. Setelah Anas berdiri, pihak DPRD mulai ramai merespons tindakan Ahok meminta jajaran SKPD untuk mengklarifikasi soal pengadaan anggaran-anggaran yang tak jelas. Ahok sempat berteriak, "Bapak jangan bohong ya" kata peserta itu menirukan Ahok.

    Mediasi lantas jadi tak kondusif. Beberapa anggota Dewan pun terdengar melontarkan umpatan kasar di dalam ruangan. Berdasarkan pantauan Tempo saat sempat masuk ke dalam ruangan, sebagian orang di dalam ruangan telah berdiri.

    Ahok pun telah meninggalkan ruangan. Terlihat beberapa pimpinan DPRD seperti Abraham Lunggana dan Muhammad Taufik ikut memaki-maki. Teriakan seperti kata preman dan anjing, terdengar dilontarkan salah satu anggota Dewan sembari berjalan keluar ruangan mediasi.

    Saat ditemui di luar ruang mediasi, Abraham Lunggana melontarkan pernyataan jika Gubernur DKI ngamuk. "Ahok marah cing," ujar Abraham Lunggana, Wakil Ketua Badan Anggaran, di depan ruang rapat, Kamis, 5 Maret 2015. "Gubernur menekan anak buahnya. Menekan SKPD-nya tidak boleh menginput APBD hasil pembahasan," kata Lulung.

    DINI PARAMITA | AISHA SHAIDRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.