Ahok: Anggota DPRD kayaknya Panik Saya Ungkit UPS  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok beri selamat kepada Wakil Ketua DPRD terpilih Lulung Lunggana di Jakarta, 26 September 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok beri selamat kepada Wakil Ketua DPRD terpilih Lulung Lunggana di Jakarta, 26 September 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.COJakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengungkapkan kericuhan di ruang mediasi kantor Kementerian Dalam Negeri antara Pemerintah Provinsi DKI dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI. Ini terjadi karena Ahok meminta Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi menjelaskan dugaan penyelewengan dana."Saya ingin jajaran SKPD menyampaikan hal yang sebenarnya," kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Kamis, 5 Maret 2015.  

    Termasuk, ujar Ahok, SKPD mana saja yang bisa menjelaskan anggaran yang di-input itu sudah sesuai dengan pembahasan atau tidak. Ia juga meminta SKPD mana saja yang merasa dalam anggaran yang di-input sesuai dengan input bahasan SPKD. "Waktu itu, ada beberapa SKPD yang angkat tangan," ucapnya.

    Selain SKPD, Ahok mengaku meminta Wali Kota Jakarta Barat menjelaskan mengapa ada pengadaan UPS yang banyak di daerahnya. "Jadi, saya minta Wali Kota memberikan penjelasan kepada peserta mediasi tentang prosedurnya mengapa bisa masuk proyek yang bermasalah dalam APBD 2015," kata Ahok. 

    Menurut Ahok, ia meminta Wali Kota Jakarta Barat berani memberikan penjelasan demi membeberkan alasan adanya dana tambahan tersebut, apakah ada permintaan dari pihak luar selain penyusun yang berhak. Termasuk pengadaan perangkat uninterruptible power supply (UPS) dalam RAPBD 2015. "Saya cuma nanya ke Wali Kota, coba kamu jelaskan masuknya dana itu hasil bahasan dengan siapa? Awalnya, dia enggak mau berdiri. Lalu, saya bilang, kalau kamu enggak mau berdiri, berarti kamu terlibat. Saya pecat kamu," ujarnya.

    Ketika sudah ada ancaman tersebut, ujar Ahok, akhirnya Wali Kota Jakarta Barat berdiri, tapi suasana tiba-tiba berubah tidak kondusif. Tak sedikit anggota DPRD yang terpancing emosi. Sebab, pengadaan alat itu hanya diusulkan ke kelurahan dan kecamatan di Jakarta Barat. Saat Basuki bertanya, ada anggota DPRD DKI yang langsung menyela perkataannya. "Anggota DPRD panik kayaknya saya ungkit tentang pengadaan UPS," kata Ahok.

    Karena situasinya tak terkendali, rapat akhirnya ditutup. Keamanan Kemendagri menganjurkan Ahok keluar melalui pintu belakang. "Saya sih tadi di dalam senyum-senyum makan kue saja. Ha-ha-ha," kata Basuki sambil tertawa.

    AISHA | DINI PARAMITA | WDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.