Massa Lempari Tomat Busuk ke Kantor Bina Marga Bogor  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Cheryl Ravelo

    REUTERS/Cheryl Ravelo

    TEMPO.CO, Bogor - Massa Pergerakan Rakyat Bogor (PRB) melempari kantor Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kabupaten Bogor dengan puluhan tomat busuk, Kamis, 5 Maret 2015. Aksi tersebut sebagai bentuk kekecewaan pengunjuk rasa terhadap buruknya kinerja instansi yang mengurusi infrastruktur jalan dan jembatan.

    Dalam orasinya, pengunjuk rasa menuntut bupati Bogor untuk mencopot Kepala DBMP Edi Wardani dari jabatannya. Sebab, orang nomor satu di Bina Marga ini dianggap tidak mampu bekerja dengan baik. Selain banyak infrastruktur jalan dan jembatan rusak, PRB mensinyalir adanya korupsi di DBMP.

    "Kami mendesak Kepolisian Daerah Jawa Barat mengusut tuntas dugaan korupsi dan bupati Bogor untuk mencopot jabatan Edi Wardani dari Kepala DBMP Kabupaten Bogor," kata Koordinator aksi, Ruhiyat Sudjana, saat menyampaikan tuntutan.

    Tahun 2014, Ruhiyat menceritakan, DBMP Kabupaten Bogor melaksanakan 305 paket proyek infrastruktur jalan, jembatan, dan irigasi. Proyek berupa kegiatan pembangunan, peningkatan, dan pemeliharaan jaringan infrastruktur di wilayah Kabupaten Bogor. Dalam pelaksanaannya, PRB menduga banyak terjadi praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme.

    "Kami tahu Kepala DBMP lagi diperiksa oleh Polda dalam dugaan kasus pencucian uang," Ruhiyat menjelaskan. "Banyak masalah hukum di dinas ini."

    Menurut Ruhiyat, Badan Pemeriksa Keuangan sedang melakukan audit investigasi terkait dengan proyek pengelolaan, pemeliharaan jalan, dan jembatan tahun 2014. Pemerintah Kabupaten Bogor menggelontorkan duit senilai Rp 60 miliar untuk proyek pemeliharaan. Dana sebesar itu dibagi untuk 16 unit pelaksana teknis (UPT) se-Kabupaten Bogor.

    "Hasil pemeriksaan sementara diduga 30 persen dana pemeliharaan disunat oleh pejabat DBMP," koordinator PRB menceritakan. "Ditaksir dana siluman yang tak jelas keberadaannya mencapai Rp 18,5 miliar."

    Menurut Ruhiyat, terdapat potensi besar adanya tindakan pencucian uang dalam proyek DBMP Kabupaten Bogor tahun 2014. Untuk itu, PRB mendesak pelaksana tugas bupati Bogor mencopot jabatan kepala DBMP secepatnya. Massa juga menuntut pengawasan ketat oleh Inspektorat Daerah dan BPK.

    Dalam unjuk rasa sempat terjadi aksi saling dorong antara massa dan pihak keamanan saat pendemo memaksa masuk ke lingkungan kantor. Sebelum membubarkan diri, massa melemparkan ratusan tomat busuk kantor Bina Marga sebagai bentuk kekecewaan.

    Kepala DBMP Kabupaten Bogor Edi Wardani tidak bisa dihubungi. Telepon selularnya sedang tidak aktif dan pesan singkat yang dikirimkan Tempo tidak berbalas.

    ARIHTA U. SURBAKTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.