Api di Tanah Abang Masih Membara, 48 Mobil Pemadam Diturunkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas pemadam dibantu warga melakukan pemadaman saat terjadi kebakaran di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, 5 Maret 2015. Lokasi kebakaran yang berada di gang-gang sempit membuat petugas kesulitan memadamkan api. TEMPO/Dasril Roszandi

    Sejumlah petugas pemadam dibantu warga melakukan pemadaman saat terjadi kebakaran di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, 5 Maret 2015. Lokasi kebakaran yang berada di gang-gang sempit membuat petugas kesulitan memadamkan api. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kebakaran terjadi di Jalan Kebon Melati, Jati Bunder, Tanah Abang, Jakarta Pusat, sejak pukul 17.00 WIB. Kebakaran terjadi di wilayah padat penduduk. "Sudah 48 mobil pemadam kebakaran diturunkan ke lokasi," kata Mahfud, petugas Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat, ketika dihubungi, Kamis, 5 Maret 2015.

    Mahfud mengatakan penanganan kebakaran mendapat bantuan dari Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur. "Saya belum tahu penyebab kebakarannya," kata dia.

    Hingga pukul 20.10 WIB, ia menginformasikan penanganan kebakaran masih dilakukan. Artinya, kebakaran sudah berlangsung selama tiga jam, namun belum berhasil dipadamkan. "Masih bekerja dan belum selesai."

    Ia juga menginformasikan adanya salah satu petugas pemadam kebakaran dari wilayah Jakarta Barat yang terluka dalam upaya pemadaman tersebut.

    Sementara itu, kebakaran mengakibatkan penghentian perjalanan kereta api di Stasiun Tanah Abang. "Ada gangguan perjalanan saat ini di jalur Tanah Abang-Palmerah dan jalur Tanah Abang-Manggarai," kata Eva Chairunisa, pihak Humas PT KAI Commuter Jabodetabek, ketika dihubungi, Kamis, 5 Maret 2015.

    Ia mengatakan perjalanan dari Stasiun Tanah Abang menuju Stasiun Kebayoran tidak dapat dilakukan sejak pukul 18.20 WIB. "Saat ini listrik aliran atas jalur Tanah Abang-Palmerah dimatikan untuk keamanan," kata Eva. Ia mengaku pemadaman listrik akan terus dilakukan, bergantung pada kondisi kebakaran yang terjadi di Jati Bunder tersebut.

    MAYA NAWANGWULAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.