Rusuh di Rutan Cipinang, Satu Napi Narkoba Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. prolife.org.nz

    Ilustrasi. prolife.org.nz

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Martinus Sitompul, membenarkan adanya keributan yang berujung pada kematian seorang narapidana di Rumah Tahanan Cipinang, Jakarta Timur hari ini.

    Ia mengatakan korban Paulus Hotman, narapidanakasus narkoba mengalami pengeroyokan oleh 3 orang tahanan lainnya sekitar pukul 10.00 WIB. "Informasi sementara kasus murni pengeroyokan dikarenakan istri pelaku Julianto Susanto Ginting berselingkung dengan korban pada saat masih diluar tahanan," kata Komisaris Besar Martinus Sitompul, Juru Bicara Polda Metro Jaya, melalui pesan singkatnya, Kamis, 5 Maret 2015.

     Paulus dikeroyok oleh Julianto Susanto Ginting tahanan narkoba, Sofyan Bin Abdul Holik tahanan umum, dan Doli Putera Sembiring tahanan narkoba. "Keributan di Blok Barito 1 Lapak A sejak pukul 10.15 WIB hingga 10.30 WIB," kata dia.

    Dalam pengeroyokan tersebut, kata Martinus Sitompul,  didapat barang bukti berupa pecahan kaca dan balok kayu sepanjang 1 meter. Korban diketahui dilarikan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati dan meninggal di Rumah Sakit sekitar pukul 16.30 WIB.

    Paulus menjelaskan pengeroyokan terjadi disaat korban bersama 2 orang saksi dan 3 pelaku sedang bermain kartu di Blok Barito 1 lapak A sejak pukul 05.00 WIB hingga 10.00 WIB. Dalam permainan kartu remi yang sedang berhenti, tidak lama pelaku kemudian kembali dengan balok kayu dan memukul korban.

    Saksi Michael Ginting, 44 tahun,   mengaku melihat para pelaku memukul korban di lokasi. Martinus mengatakan atas kejadian tersebut kepolisian melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan kepada dua orang saksi, Michael Ginting dan Jamat. Kepolisian juga telah melakukan pengecekan lokasi kejadian dan mengamankan barang bukti.

    MAYA NAWANGWULAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gempa Maluku Utara dan Guncangan Besar Indonesia Selama 5 Tahun

    BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami. Peringatan ini menyusul Gempa Maluku yang terjadi di Jailolo, Maluku Utara, Kamis, 14 November 2019.