Begal Jakarta Barat Terhubung Jaringan Pandeglang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kepolisian Resort Malang Kota memerikasa kelengkapan surat mobil dan motor saat razia di kawasan pasar loak Comboran, Malang, 5 Maret 2015.  Razia ini dilakukan terkait maraknya begal motor, sekaligus mengantisipasi dan mempersempit penjualan barang-barang hasil kejahatan. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Petugas kepolisian Resort Malang Kota memerikasa kelengkapan surat mobil dan motor saat razia di kawasan pasar loak Comboran, Malang, 5 Maret 2015. Razia ini dilakukan terkait maraknya begal motor, sekaligus mengantisipasi dan mempersempit penjualan barang-barang hasil kejahatan. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO , Jakarta: Kepala Kepolisian Resort Metro Jakarta Barat Komisaris Besar M Fadil Imran mengatakan sebagian begal spesialis sepeda motor yang tertangkap di wilayah Jakarta Barat, merupakan jaringan Pandeglang, Banten yang selama ini sudah menjadi prioritas petugas keamanan.

    "Ada juga jaringan lokal, rata-rata pelaku berusia belia sekitar 20 tahun, walaupun bukan anak-anak lagi," ujar Fadil dalam ekpos kasus begal, Kamis 5 Maret 2015.

    Dalam pengungkapan kasus pencurian dengan kekerasan yang dipublikasikan hari ini, periode 28 Februari-4 Maret 2015 wilayah kerja Jakarta Barat, ada sekitar 16 tersangka dari 7 kasus pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan dan pencurian kendaraan bermotor yang telah diungkap petugas.

    "Kami sengaja telah menerjunkan tim khusus anti begal," ujar dia menambahkan.

    Tim pemburu begal ini dibekali senjata lengkap dan dilatih keahlian khusus. "Instrumen hukum mengatur manakala membahayakan jiwa maka polisi bertindak, jadi tindakan tegas terukur itu sandarannya undang-undang," kata dia.

    AS, salah satu begal kelompok Pandeglang mengakui, dalam setiap aksinya mereka kerap melukai korban. Barang hasil curian semuanya disalurkan ke wilayah Pandeglang, Banten. Total sebanyak lima kendaraan roda dua ia rampas sejak Januari 2015 lalu. "Mayoritas Honda dengan jenis matik seperti beat karena banyak peminatnya," kata dia.

    Dalam setiap aksinya, kawasan Palmerah Jakarta Barat menjadi pangkalan utama yang dijadikan target untuk menjerat korbannya. Mereka beraksi sejak Maghrib hingga mendapat barang hasil curian dari korban. "Pokoknya kalau belum dapat kami tunggu sampai ada peluang, kami hanya ikut-ikutan," papar dia.

    Sementara DD, 20 tahun, salah satu begal dari kelompok Kalideres, mengatakan, dalam setiap aksinya, ia kerap melakukan secara berkelompok dengan tugas yang berbeda. "Kalau sendiri kami tidak berani, untuk pelajar kami paksa kalau perlu kami geledah dan ancam dengan senjata tajam," ujarnya.

    Dalam ekpos perkara, beberapa barang bukti yang ditunjukkan polisi antara lain uang tunai sebesar Rp 526 ribu, sebilah senjata tajam, 6 buah telepon seluler beragam merek, 6 kendaraan roda dua, 2 buah laptop, 2 buah kunci leter T berikut 9 anak kunci leter T, sebuah tas merah hasil kejahatan, sebuah dompet, 75 buah kampas rem depan motor, 10 buah kampas belakang, 10 set gear rantai, 12 pak laher atay bearing, 5 buah  CDI motor, 1 sangkar burung, faktur pembelian PABX.

    Sementara pelaku kejahatan yang tertangkap berjumlah 13 orang. Lima di antaranya terpaksa ditembak betis kanannya karena berencana melawan petugas. Sisanya delapan pelaku dalam keadaan normal. Mereka menunggu persidangan untuk mempertanggung jawabkan kelakuannya.

    JAYADI SUPRIADIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.