#SaveHajiLulung Masih Jadi Trending Topic

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Respon netizen dengan tagar #SaveHajiLulung. Twitter.com

    Respon netizen dengan tagar #SaveHajiLulung. Twitter.com

    TEMPO.COJakarta - Tanda pagar #SaveHajiLulung belum bergeser dari daftar trending topic di Twitter hingga Sabtu pagi, 7 Maret 2015. Pengguna Twitter masih ramai mencuit sindiran terhadap Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana alias Haji Lulung dengan disertai tagar tersebut.

    Cuitan dengan tagar #SaveHajiLulung ramai muncul setelah terjadi konflik antara anggota DPRD itu dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama terkait dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah DKI. Cuitan-cuitan yang seolah-olah mendukung Lulung itu sebenarnya justru menyindir.

    Di antara banyak cuitan tersebut, terdapat cuitan @thalia_aja yang menyertakan meme dengan foto pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un. Potongan rambut Jong-un disebut sama dengan Haji Lulung. Adapun di bagian bawah foto itu ada tulisan: "Iya gue ngaku gue niru potongan."

    Lalu ada @AdamYao_ , yang mencuit gambar mantan presiden Sukarno yang sedang berpidato di hadapan rakyat di sebuah lapangan sambil mengacungkan telunjuknya. Gambar itu disertai tulisan "Jas Mahal: Jangan Sekali-kali Melupakan haji Lulung #SaveHajiLulung". 

    Sementara itu, @Fadli_2112 mengirim gambar yang sama dengan @AdamYao_, tapi dengan tulisan berbeda: "Berikan aku 10 pemuda, akan kuguncangkan dunia. Berikan aku 1 Lulung, habislah kita semua."

    Kiriman @dee_saleh lain lagi. Ia mengirimkan gambar Tugu Pancoran tanpa ada Patung Dirgantara. Pada gambar itu terdapat tulisan: "Lho patungnya mana? Lagi dipanggil haji lulung".

    Ada pula @sunar_90djogdja, yang mengirimkan gambar Prabowo Subianto tengah bercakap-cakap dengan Haji Lulung. Tulisan pada gambar itu: "Lung.. jangan bawa-bawa gue soal UPS ya".

    RINA W.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.