Rekayasa Lalin Proyek Jalan Layang Koridor XIII Baru Agustus  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pekerja membuat rangka baja saat mengerjakan tahap awal proyek pembangunan jalan layang Simpang Tak Sebidang (STS) Permata Hijau di kawasan Patal Senayan, Jakarta, 6 Febrauari 2015. Pembangunan jalan layang ini merupakan program Pemprov DKI dalam mengatasi kemacetan di Jakarta. Tempo/M IQBAL ICHSAN

    Sejumlah pekerja membuat rangka baja saat mengerjakan tahap awal proyek pembangunan jalan layang Simpang Tak Sebidang (STS) Permata Hijau di kawasan Patal Senayan, Jakarta, 6 Febrauari 2015. Pembangunan jalan layang ini merupakan program Pemprov DKI dalam mengatasi kemacetan di Jakarta. Tempo/M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.COJakarta - Pemerintah Kota Jakarta Selatan tidak melakukan rekayasa lalu lintas di sekitar proyek pembangunan jalan layang untuk jalur Transjakarta Koridor XIII Ciledug-Kapten Tendean. Padahal pengerjaan proyek itu telah menyebabkan kepadatan arus lalu lintas lantaran menggunakan sebagian ruas jalan.

    "Rencana rekayasa belum ada," kata Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan Priyanto kepada Tempo, Sabtu, 7 Maret 2015. Dia mengatakan sejauh ini instansinya masih mengatur lalu lintas secara kondisional. "Petugas di lapangan mengaturnya seperti biasa."

    Pembangunan jalan layang Transjakarta Koridor XIII ini sudah berlangsung sejak beberapa pekan lalu. Pelaksana proyek adalah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga.

    Priyanto mengakui kepadatan bertambah setelah proyek jalan layang tersebut dimulai. Kepadatan di antaranya terjadi di Jalan Ciledug Raya, Jalan Kyai Maja Bulungan, dan Jalan Kapten Tendean. "Namun kami belum melakukan pengaturan yang ekstrem," ujarnya.

    Priyanto mengatakan pengaturan baru akan dilakukan setelah proyek sampai pada tahap pembangunan gelagar atau penampang jalan. "Diperkirakan itu sekitar bulan Agustus 2015," ucapnya.

    Saat ini, proyek tersebut masih dalam tahap persiapan pembangunan tiang-tiang penyangga. "Kalau sudah naik bangun gelagar, kami akan tutup jalan," ujarnya.

    Namun penutupan jalan hanya akan dilakukan mulai tengah malam hingga pagi hari. Tujuannya agar tidak terlalu mengganggu aktivitas lalu lintas.

    Seorang pengendara sepeda motor, Amin, 28 tahun, mengakui bahwa jalan yang dilaluinya setiap hari makin padat. "Tak ada proyek sudah macet, sekarang makin macet," ujarnya.

    Karena itu, untuk menuju rumahnya di kawasan Ciledug, dia memilih pulang lebih malam. "Agak malaman saja, menunggu jalanan agak sepi," katanya. Menurut dia, Jalan Ciledug Raya baru agak sepi di atas pukul 20.00.

    Di salah satu lokasi proyek, di Jalan Kebayoran Baru mengarah ke flyover Ciledug, sudah terdapat area proyek yang memakan hampir dua ruas jalan. Berbagai alat berat dari kontraktor PT Pembangunan Perumahan untuk Paket Kebayoran Lama sudah berada di area tersebut. Pada jam berangkat dan pulang kerja, lokasi ini akan padat oleh kendaraan karena penyempitan jalur.

    NINIS CHAIRUNNISA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.