Di Jakarta, Ada Kapten Naikkan Bendera Tanda Tarik Pajak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Meriam yang dipajang di depan Museum Fatahillah di kawasan Kota Tua, Jakarta, 30 Januari 2015. Kota Tua disebut juga Oud Batavia, pada abad ke 16, pelayar Eropa menjuluki Kota Tua 'Permata Asia'. Wilayah bersejarah dengan luas 1,3 hektar ini dibangun pada 1619 oleh VOC. ANTARA/Zabur Karuru

    Meriam yang dipajang di depan Museum Fatahillah di kawasan Kota Tua, Jakarta, 30 Januari 2015. Kota Tua disebut juga Oud Batavia, pada abad ke 16, pelayar Eropa menjuluki Kota Tua 'Permata Asia'. Wilayah bersejarah dengan luas 1,3 hektar ini dibangun pada 1619 oleh VOC. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - Di Kelurahan Roa Malaka, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat ada sebuah jalan bernama Jalan Tiang Bendera.

    Jalan ini memiliki cerita cukup menarik karena nama jalan diambil dari sebuah kebiasaan seorang kapitan Cina bernama Souw Beng Kong. "Kapten Souw Beng Kong punya kebiasaan, setiap awal bulan dia naikin bendera di depan rumahnya buat narik pajak," ujar Sejarawan Betawi JJ. Rizal kepada Tempo, Sabtu, 24 Januari 2015.

    Menurut Rizal, Souw Beng Kong diberi jabatan sebagai Kapitan oleh VOC dibawahi oleh Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen atau JP Coen. Souw Beng Kong ditugasi untuk mengatur semua urusan terkait dengan urusan orang Cina di Batavia, termasuk menarik pajak dari perorangan.

    Dalam istilah Belanda tugas tersebut disebut hoofdgeld der Chineezen atau berarti pajak perorangan. Kebiasaan Souw Beng Kong menaikkan bendera setiap awal bulan, biasanya disebut sebagai hari pengibaran bendera dengan sebtuan dalam istilah Belanda, dag der vlaghijsching.

    Souw Beng Kong memiliki hubungan baik dengan JP Coen. Ia diajak Coen ke Batavia untuk mengurus kehidupan masyarakat Tionghoa di sana. Kondisi tempat tinggal masyarakat di Batavia saat itu memang dibentuk per kelompok. Sehingga keberadaan pimpinan internal dari setiap suku diperlukan untuk lakukan koordinasi dengan Coen.

    Bisa dikatakan saat itu kontribusi warga Cina cukup besar terhadap kekayaan Batavia karena pajak yang dibayar penduduk CIna dibayar per kepala, lain halnya dengan warga suku lainnya. Selain itu, ada lagi bentuk pajak lainnya yang mesti dibayar warga Cina seperti pajak untuk pembiayaan kota.

    Rumah tempat tinggal Souw Beng Kong merupakan rumah yang dibeli dari Gubernur Jenderal Baron van Imhoff. Rumah tersebut diambil alih Balai Harta Peninggalan lalu dijadikan sebagai rumah dinas Beng Kong.

    Jalan Tiang Bendera saat ini menjadi hunian masyarakat. Tak ada spesialisasi fungsi penggunaan area di wilayah tersebut. Jalan Tiang Bendera berdasarkan pantauan Tempo ada lima buah. Masing-masing dinamakan Jalan Tiang Bendera I, Tiang Bendera II, sampai Jalan Tiang Bendera V. Posisi Jalan Tiang Bendera dekat dengan Kali Krukut dan Jalan Kopi. Kawasan ini dekat dengan area Cagar Budaya Kota Tua.

    AISHA SHAIDRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.