Sopir Tewas Dibegal, Blue Bird: Barang Bisa Dicari, Nyawa Utama

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kepolisian memeriksa nomer rangka motor saat berlangsung razia di kawasan pasar loak Comboran, Malang, 5 Maret 2015. Para pelaku begal kendaraan biasanya menjual motornya ke luar daerah atau ke pasar-pasar onderdil gelap. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Petugas kepolisian memeriksa nomer rangka motor saat berlangsung razia di kawasan pasar loak Comboran, Malang, 5 Maret 2015. Para pelaku begal kendaraan biasanya menjual motornya ke luar daerah atau ke pasar-pasar onderdil gelap. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.COJakarta - Kepala Humas Blue Bird Group Teguh Wijayanto mengatakan Acam Mulyadi, 48 tahun, sudah satu tahun bekerja di perusahaan itu.

    Selama bekerja, menurut Teguh, korban begal di rumahnya sendiri di Bintara, Bekasi, itu dikenal baik oleh rekan dan lingkungan tempat kerjanya. “Belum ada laporan negatif,” ujar Teguh, Sabtu, 7 Maret 2015.

    Teguh menuturkan aksi pencurian dengan kekerasan oleh begal saat ini cukup meresahkan masyarakat. Dia meminta polisi bergerak cepat untuk segera meringkus pelakunya. “Jangan sampai ada korban lagi di pihak kami,” ucapnya.

    Teguh menjelaskan, di tengah maraknya aksi begal saat ini, perusahaan mengimbau semua sopir Blue Bird Grup terus waspada. 

    Kewaspadaan itu termasuk upaya menyelamatkan jiwa manakala ada kejadian pencurian atau pembegalan. 

    “Istilahnya, barang bisa dicari, tetapi keselamatan atau nyawa itu yang paling utama,” tuturnya.

    Acam tewas setelah mengalami luka tembak di perut. Pada Sabtu dinihari lalu, Acam berusaha mencegah begal yang hendak membawa kabur sepeda motornya. Saat kepergok, begal itu melepaskan tembakan ke arah Acam. 

    JAYADI SUPRIADIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.