Lulung dan Batu Akik: dari Katulayu, Spa, hingga Jamrud

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana atau biasa dikenal dengan panggilan Haji Lulung. TEMPO/Seto Wardhana

    Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana atau biasa dikenal dengan panggilan Haji Lulung. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.COJakarta - Di sela kunjungannya ke lokasi korban kebakaran, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta Abraham Lunggana alias Lulung memamerkan koleksi batu akiknya. Politikus yang kerap bersitegang dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ini tak henti menunjukkan satu per satu batu akik kesayangannya.

    "Ini motif getah katulayu, saya dapatnya tukeran sama teman, dia saya kasih black oval," kata Lulung seraya memamerkan deretan batu akik yang melingkar di tangan kanan dan kirinya di sela kerumunan saat pembagian bantuan untuk pengungsi korban kebakaran di Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin, 9 Maret 2015.

    Lulung mengaku sebagian besar motif batu akik yang dia gunakan adalah ide dari anaknya. "Kalau yang ini motif badarmas, saya beli di Senayan City," ujar Lulung seraya menunjukkan cincin yang melingkar di kelingking kanannya. "Pokoknya, soal batu, anak saya paling tahu motif terbaru." 

    Lulung mengaku, dari sekian banyak batu akik yang dikoleksinya, batu jamrud merupakan koleksi paling disukai sekaligus tertua yang dia gunakan hingga kini. "Saya pegang batu jamrud sekitar 20 tahunan. Waktu itu saya masih muda, anak saya belum ada, dulu saya belinya masih Rp 150 ribu," katanya.

    Di tengah kerumunan itu, tak lupa Lulung kembali memamerkan satu batu mulia lainnya. Misalnya motif spa yang melingkar pada pergelangan tangan kanannya. Ia mengklaim batu ini berasal dari kayu yang sudah lama menjadi batu. "Harganya Rp 250 ribu, paling mahal Rp 400 ribu. Soal batu, anak saya paling tahu," dia menambahkan.

    Di tengah pamer-memamer batu akik itu, Lulung juga sempat menyinggung perseteruannya dengan Ahok. Lulung mengaku selalu mengambil sisi positif sehingga tidak mudah terpancing oleh provokasi dan gunjingan yang ditujukan kepadanya. "Kalau terus dilayani, kapan berjuangnya? Biarkan saja," tuturnya.

    JAYADI SUPRIADIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.