Kantor Ahok Di-fogging, Nyamuk Keluar Sarang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Basuki T. Purnama (Ahok) menemui warga yang tergabung dalam Pijar Indonesia saat mendatanginya di Balai Kota Jakarta, 3 Maret 2015. Para Aktivis tersebut menggelar aksi `Save Ahok`. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    Gubernur DKI Basuki T. Purnama (Ahok) menemui warga yang tergabung dalam Pijar Indonesia saat mendatanginya di Balai Kota Jakarta, 3 Maret 2015. Para Aktivis tersebut menggelar aksi `Save Ahok`. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengasapan yang dilakukan di kompleks Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan Nomor 8, Jakarta Pusat, berlangsung sekitar satu jam.

    Pantauan Tempo, ruang kerja Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok merupakan ruangan yang paling lama diasapi. Petugas fogging dari Puskesmas Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, menghabiskan waktu sekitar 15 menit di dalam ruangan itu.

    Setelah pengasapan berakhir, seketika nyamuk beterbangan dari sudut-sudut tersembunyi. Para pewarta yang sedang meliput pengasapan itu sibuk menepuk nyamuk-nyamuk yang terbang di sekitar mereka.

    "Nyamuknya justru menjadi banyak sekali," kata seorang pewarta, Yuanita Kurniawan, 22 tahun, di Balai Kota, Senin, 9 Maret 2015.

    Kepala Dinas Kesehatan Koesmedi Priharto mengatakan proses ini akan dilakukan selama dua hari berturut-turut. "Fogging berlangsung hari ini dan besok," kata Koesmedi saat dihubungi.

    Koesmedi menjelaskan, pengasapan yang dilakukan esok hari menyasar gedung Blok G. Pengasapan pada gedung berlantai 23 itu dimulai pada pukul 17.00 WIB setelah jam kerja para pegawai negeri sipil berakhir.

    Pengasapan dilakukan menyusul Ahok yang jatuh sakit akibat terserang demam berdarah. Pada hari yang sama, pengasapan juga dilakukan di tempat tinggal Ahok di Pantai Mutiara, Pluit, Jakarta Utara. Lantaran penyakit tersebut, Ahok absen bertugas di Balai Kota.

    LINDA HAIRANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.