Wisma Kosgoro Pernah Terbakar Tahun 2005

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan kebakaran di Wisma Kosgoro, Jakarta Pusat, 9 Maret 2015. Peristiwa kebakaran ini terjadi di lantai 16 hingga lantai 18 dari 20 lantai. TEMPO/Imam Sukamto

    Seorang petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan kebakaran di Wisma Kosgoro, Jakarta Pusat, 9 Maret 2015. Peristiwa kebakaran ini terjadi di lantai 16 hingga lantai 18 dari 20 lantai. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wisma Kosgoro ternyata pernah terbakar di tahun 2005. Kondisinya cukup berat dan sudah diperingatkan untuk memperbaiki sistem alat anti-kebakaran di tahun 2008. Agaknya itu tak dipenuhi oleh pengelola. Karena itu,menurut  Kepala Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat Idris Gaharina. banyak alat penanggulangan kebakaran di gedung itu tak berfungsi baik. "Banyak yang tidak siap pakai," kata Idris Gaharina, Senin 9 Maret 2015.

    Karena itu pula, menurut Idris, petugas mengaku kesulitan saat berusaha memadamkan api karena kondisi yang tidak memadai. Petugas coba naik tangga, tapi mentok sampai lantai 15. " Oksigen sudah habis duluan dan lift kebakaran sudah terbakar terlebih dahulu," kata Idris.

    Menurut Idris, sejak perbaikan selepas kebakaran 2005, instalasi pemadam yang dimiliki gedung 20 lantai tersebut tak diperiksa lagi secara reguler sejak 2008. Jadi, wajar yang proteksi kurang dan tak siap pakai.

    Sementara itu, pemilik gedung perkantoran Wisma Kosgoro, Hayono Isman, membantah bahwa sistem proteksi kebakaran gedung miliknya tidak berfungsi.

    "Ini kalau sistem tidak berjalan, bisa-bisa gedungnya sudah habis semua. Yang jelas sistemnya ada," kata Hayono Isman.

    Menurut Idris, untuk kasus kebakaran dalam gedung harusnya gedung itu sendiri yang memadamkan api sebelum membesar. "Alat sprinkler (penyemprot api di atas plafon) yang mendeteksi panas. Alarm gedung, juga tidak berbunyi," katanya.


    HUSSEIN ABRI YUSUF


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.